PKPI: Now or Never, Reshuffle Menteri Sekarang
Senin, 29 Juni 2020 - 09:58 WIB
loading...
A
A
A
Bagi Sonny, pandemi Corona telah menyebabkan dunia dan Indonesia masuk dalam krisis kesehatan, sosial dan ekonomi yang dalam. Karenanya, merupakan tanggung jawab yang besar bagi pemerintah untuk menjamin penghidupan 267 juta jiwa penduduk Indonesia. Sehingga, diharapkan ke depan Presiden Jokowi harus dikelilingi oleh figur-figur yang proaktif dan cekatan dalam manajemen krisis.
"Pak Jokowi harus dikelilingi oleh anggota kabinet yang gesit dan mampu memberikan solusi cepat dan tepat. Kalau perlu yang out of the box, tidak biasa-biasa dalam menangani segala permasalahan pandemi yang juga tidak biasa. Jabatan ini seharusnya diemban oleh anak-anak muda yang cerdas," ujar Sonny.
(Baca: Gerindra Yakin Jokowi Sudah Kantongi Nama Menteri Layak Reshuffle)
Sonny menambahkan, baru-baru ini pemerintah Indonesia menjadi sorotan dari pejabat negara dan media lokal Australia yang kerap memberikan kritik penanganan Covid-19 di Indonesia. Selain itu hasil penelitian Nomura Research akhir Mei 2020, yang menyatakan bahwa Indonesia masuk dalam negara-negara berisiko besar mengalami gelombang dua pandemi. Mengingat sejarah kasus flu Spanyol pada 1918, di mana infeksi gelombang kedua lebih mematikan dibandingkan gelombang pertama.
"Kepemimpinan Pak Jokowi terus menjadi sorotan dunia. Jangan karena menteri-menteri yang lamban, menjegal beliau. Pak Jokowi selalu siap mempertaruhkan reputasi politiknya demi rakyat. Reshuffle sekarang, "Now or Never". Indonesia harus dikelola oleh Tim Kabinet sesuai harapan Pak Jokowi, agar rakyat tidak bertambah sulit di masa pandemi," tandasnya.
"Pak Jokowi harus dikelilingi oleh anggota kabinet yang gesit dan mampu memberikan solusi cepat dan tepat. Kalau perlu yang out of the box, tidak biasa-biasa dalam menangani segala permasalahan pandemi yang juga tidak biasa. Jabatan ini seharusnya diemban oleh anak-anak muda yang cerdas," ujar Sonny.
(Baca: Gerindra Yakin Jokowi Sudah Kantongi Nama Menteri Layak Reshuffle)
Sonny menambahkan, baru-baru ini pemerintah Indonesia menjadi sorotan dari pejabat negara dan media lokal Australia yang kerap memberikan kritik penanganan Covid-19 di Indonesia. Selain itu hasil penelitian Nomura Research akhir Mei 2020, yang menyatakan bahwa Indonesia masuk dalam negara-negara berisiko besar mengalami gelombang dua pandemi. Mengingat sejarah kasus flu Spanyol pada 1918, di mana infeksi gelombang kedua lebih mematikan dibandingkan gelombang pertama.
"Kepemimpinan Pak Jokowi terus menjadi sorotan dunia. Jangan karena menteri-menteri yang lamban, menjegal beliau. Pak Jokowi selalu siap mempertaruhkan reputasi politiknya demi rakyat. Reshuffle sekarang, "Now or Never". Indonesia harus dikelola oleh Tim Kabinet sesuai harapan Pak Jokowi, agar rakyat tidak bertambah sulit di masa pandemi," tandasnya.
(muh)
Lihat Juga :