PKPI: Now or Never, Reshuffle Menteri Sekarang
Senin, 29 Juni 2020 - 09:58 WIB
loading...
Juru Bicara Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia. Foto/twitter
A
A
A
JAKARTA - Gayung terus bersambut. Kekesalan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap kinerja para menteri yang berujung pada "ancaman" reshuffle seperti memukul gong dimulainya kompetisi perebutan kursi menteri. Partai-partai politik menyatakan memahami sikap bahkan mendorong Presiden Jokowi agar segera merombak kabinetnya, termasuk Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).
Juru bicara PKPI, Sonny Tulung menilai, tiga bulan terakhir ini adalah suasana krisis akibat merebaknya pandemi Covid-19. Namun Jokowi masih belum melihat adanya pandangan yang sama dalam diri para menteri kabinet dan pimpinan lembaga pemerintahan lainnya dalam menghadapi situasi krisis tersebut.
"Jokowi menilai mereka (menteri kabinet) belum memiliki sense of crisis yang sama," tuturnya kepada SINDOnews, Senin (29/6/2020).
(Baca: Prediksi SPIN: Terawan, Juliari, dan Teten Bakal Tergusur)
Maka itu, sebagai salah satu partai pendukung pemerintahan Jokowi, Sonny memandang, momen ini sudah tepat bagi Jokowi melakukan reshuffle kabinet . Menurutnya, saat ini waktu yang tepat untuk mengganti menteri-menteri yang dianggap lamban dalam menyikapi krisis dan gagal mengikuti irama kerja Presiden.
Juru bicara PKPI, Sonny Tulung menilai, tiga bulan terakhir ini adalah suasana krisis akibat merebaknya pandemi Covid-19. Namun Jokowi masih belum melihat adanya pandangan yang sama dalam diri para menteri kabinet dan pimpinan lembaga pemerintahan lainnya dalam menghadapi situasi krisis tersebut.
"Jokowi menilai mereka (menteri kabinet) belum memiliki sense of crisis yang sama," tuturnya kepada SINDOnews, Senin (29/6/2020).
(Baca: Prediksi SPIN: Terawan, Juliari, dan Teten Bakal Tergusur)
Maka itu, sebagai salah satu partai pendukung pemerintahan Jokowi, Sonny memandang, momen ini sudah tepat bagi Jokowi melakukan reshuffle kabinet . Menurutnya, saat ini waktu yang tepat untuk mengganti menteri-menteri yang dianggap lamban dalam menyikapi krisis dan gagal mengikuti irama kerja Presiden.
Lihat Juga :