Refly Harun: Kabinet Awal Lebih Baik, Menteri Sekarang Lebih Sadar Kamera
Senin, 29 Juni 2020 - 10:00 WIB
loading...
A
A
A
Mengenai reshufflekabinet, Refly mengaku pernah memprediksi tidak sampai satu tahun kepemimpinan periode kedua Jokowi akan ada perombakan kabinet.
Dia pun menunjukkan rekaman pernyataan dirinya saat menjadi narasumber dalam acara wawacara di televisi. "Saya pernah mengatakan di Kompas TV, tidak sampai satu tahun akan terjadi reshuffle kabinet," katanya.
Saat itu dirinya memberikan nilai enam kepada kinerja Kabinet Jokowi periode pertama. "Padahal kabinet awal jauh lebih baik dibandingkan sekarang, kalau menteri sekarang lebih sadar kamera. Banyak sekali talkshow, kemudian banyak sekali 'syiarnya', ada yang sudah bercita-cita menjadi presiden pula. ada yang selalu di televisi dengan gaya milenial. Kita tidak tahu program kabinetnya berjalan atau tidak," tuturnya.
Refly juga mengkritik juru bicara Presiden yang ke sana kemarin me-make-up menteri. "Ketika dikritik bukan malah menjadikan bahan perenungan, malah membalas mengkritik orang-orang yang mengkritik. Padahal kekuasaan tidak boleh begitu. seorang pemimpin yang baik, harus mendengarkan kritik terlebih dahulu, mencernanya, kemudian mengubah kebijakan," tutur Refly.
Dia pun menunjukkan rekaman pernyataan dirinya saat menjadi narasumber dalam acara wawacara di televisi. "Saya pernah mengatakan di Kompas TV, tidak sampai satu tahun akan terjadi reshuffle kabinet," katanya.
Saat itu dirinya memberikan nilai enam kepada kinerja Kabinet Jokowi periode pertama. "Padahal kabinet awal jauh lebih baik dibandingkan sekarang, kalau menteri sekarang lebih sadar kamera. Banyak sekali talkshow, kemudian banyak sekali 'syiarnya', ada yang sudah bercita-cita menjadi presiden pula. ada yang selalu di televisi dengan gaya milenial. Kita tidak tahu program kabinetnya berjalan atau tidak," tuturnya.
Refly juga mengkritik juru bicara Presiden yang ke sana kemarin me-make-up menteri. "Ketika dikritik bukan malah menjadikan bahan perenungan, malah membalas mengkritik orang-orang yang mengkritik. Padahal kekuasaan tidak boleh begitu. seorang pemimpin yang baik, harus mendengarkan kritik terlebih dahulu, mencernanya, kemudian mengubah kebijakan," tutur Refly.
(dam)