RUU HIP Seharusnya Perkuat Ideologi Bangsa, Bukan Bikin Tafsir Baru

Minggu, 28 Juni 2020 - 18:17 WIB
loading...
RUU HIP Seharusnya Perkuat...
Gelombang penolakan RUU HIP masih terjadi. Namun beberapa kalangan menilai arah demonstrasi penolakan teehadap RUU HIP ini terlihat sudah mulai bergeser. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Gelombang penolakan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) masih terjadi di berbagai daerah. Namun beberapa kalangan menilai arah demonstrasi penolakan teehadap RUU HIP ini terlihat sudah mulai bergeser ke arah yang tidak proporsional.

(Baca juga: Pimpinan DPR Bakal Hentikan Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila)

"Pada saat Pemerintah sudah punya sikap jelas untuk menunda pembahasan RUU HIP dan DPR RI juga sudah legowo menerima penundaan ini, seharusnya semua elemen masyarakat tidak perlu lagi melakukan demonstrasi," ujar Toto Sugito selaku Ketua Umum Komunitas Pegiat dan Pelestari Pancasila (KP3) saat bersama beberapa pengurus KP3 bertemu dengan media di Jakarta, Minggu (28/06/2020).

"Apalagi menggeser isu penolakan ke arah yang tidak semestinya. Kalaupun ada masukan terkait RUU ini seyogyanya bisa langsung disampaikan secara baik-baik kepada DPR RI yang merupakan inisiator RUU ini," tambahnya. (Baca juga: Segala Pembahasan RUU Terkait Pancasila Harus Dihentikan)

Pada kesempatan yang sama Rudi S Kamri Wakil Ketua I KP3 menyoroti urgensi waktu pengguliran RUU HIP ini yang tidak tepat yaitu saat negara masih fokus mengatasi pandemi Covid-19. Di samping waktu yang tidak tepat, Rudi juga mengkritisi beberapa materi dalam RUU HIP yang dianggap kurang peka terhadap beberapa hal esensial dalam sejarah lahirnya Pancasila.

"Kalaupun nanti pada saat yang tepat RUU semacam ini akan dibuat, seyogyanya lebih berkaitan dengan upaya negara dalam rangka penguatan pembinaan ideologi Pancasila kepada masyarakat, bukan seolah membuat tafsir baru yang bisa dimaknai berbeda oleh beberapa pihak," papar Rudi S Kamri.

Terkait hal itu KP3 akan segera memberikan masukan komprehensif kepada DPR RI terkait RUU HIP. "KP3 berpandangan seharusnya RUU HIP ini tidak memuat tafsir baru Pancasila yang justru akan direspons negatif oleh beberapa kelompok masyarakat. DPR RI sebagai pengusul RUU ini seharusnya peka terhadap pada suasana kebatinan bangsa ini, " tambah Toto Sugito.

Toto juga menambahkan, KP3 yang merupakan gerakan swadaya masyarakat yang terdiri dari beberapa akademisi dan pegiat aktif Pancasila, mempunyai kapasitas dan kapabilitas sekaligus tanggungjawab moral untuk memberi masukan konstruktif kepada DPR maupun kepada Pemerintah terkait pelestarian nilai-nilai luhur Pancasila yang disesuaikan dengan perkembangan masyarakat saat ini.

Pada kesempatan yang sama Rapindo Hutagalung Wakil Ketua II KP3 menambahkan bahwa KP3 berpendapat bahwa seharusnya fokus utama saat ini adalah bagaimana cara membumikan Pancasila kepada masyarakat khususnya kaum milineal dengan disesuaikan dengan kondisi aktual saat ini. Dan ini menurut Rapindo bukan hanya tugas Pemerintah semata tapi kewajiban semua kelompok masyarakat, termasuk KP3.

Pada akhir pertemuan dengan beberapa media, KP3 menyarankan agar masyarakat dan semua komponen bangsa menahan diri dan tidak terpancing dengan provokasi dari kelompok "penumpang gelap" yang kurang memahami kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan filosofi bangsa dan justru terindikasi menggunakan momentum penolakan RUU HIP ini untuk menyerang Pemerintah atau pihak tertentu.

"Kami mengimbau agar saat ini kita semua bahu membahu membantu Pemerintah dalam mengatasi masalah pandemi Covid-19 serta membantu pemulihan ekonomi masyarakat daripada meributkan hal-hal yang kontra produktif," ujar Toto Sugito.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BPIP Umumkan 76 Calon...
BPIP Umumkan 76 Calon Paskibraka 2026 Tingkat Pusat, Ini Nama-namanya
BPIP Sebut 228 Putra-Putri...
BPIP Sebut 228 Putra-Putri Terbaik Jalani Verifikasi Paskibraka Tingkat Pusat 2026
BPIP Ajukan Tambahan...
BPIP Ajukan Tambahan Anggaran Rp370 Miliar untuk 2027
BPIP: Gencatan Senjata...
BPIP: Gencatan Senjata Amerika–Iran Harus Jadi Momentum Penyelesaian Konflik
Jazuli: RUU BPIP Momentum...
Jazuli: RUU BPIP Momentum Revitalisasi Pancasila di Tengah Turbulensi Dunia
Tok! RUU BPIP Disahkan...
Tok! RUU BPIP Disahkan Jadi Usul Inisiatif DPR
BPIP Apresiasi Pemkab...
BPIP Apresiasi Pemkab Banyumas Buat Perda Pendidikan Pancasila
Kunjungi PLBN Sota,...
Kunjungi PLBN Sota, BPIP: Perkuat Ideologi Pancasila di Perbatasan Papua
Kunjungi Papua, Kepala...
Kunjungi Papua, Kepala BPIP: Hadirkan Pancasila dengan Pendekatan Afektif-Partisipatif
Rekomendasi
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
8 Fakta Kasus Penyekapan...
8 Fakta Kasus Penyekapan dan Penyiksaan Taufik Hidayat, Korban Hilang Sejak 3 Tahun Lalu
Mobil Jepang Lawas Tetap...
Mobil Jepang Lawas Tetap Rebut Perhatian Penggemar Modifikasi, Ini Alasannya!
Berita Terkini
Jokowi Respons Penangguhan...
Jokowi Respons Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Tifa: Itu Kewenangan Kejaksaan
Kejagung Tolak Permohonan...
Kejagung Tolak Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya Terkait Kasus Korupsi MBG
Pembangunan Tanpa Ekologi:...
Pembangunan Tanpa Ekologi: Keteledoran yang Harus Dibayar Mahal
Ketua BEM FH UBK yang...
Ketua BEM FH UBK yang Bertemu Gibran Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Wamensesneg: Nanti Saya Monitor Dulu
Prabowo Resmikan 1.151...
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah: Jadi Urat Nadi Perekonomian Rakyat
Tingkatkan Layanan Kesehatan...
Tingkatkan Layanan Kesehatan di Rumah Sakit, RS Pelni Gelar Pelatihan AI
Infografis
Zion Suzuki, Tembok...
Zion Suzuki, Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved