PKS Minta Dukungan Gugat Presidential Threshold, Ini Respons Muhammadiyah

Jum'at, 29 Juli 2022 - 18:56 WIB
loading...
PKS Minta Dukungan Gugat...
Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas ingin presidential threshold turun menjadi 0 persen. Foto: MNC/Widya Michella
A A A
JAKARTA - Dalam kunjungannya ke Gedung Dakwah Muhammadiyah , Presiden PKS Ahmad Syaikhu bersama jajarannya memohon doa dan dukungan atas judicial review soal presidential threshold.

Seperti diketahui, PKS menggugat ambang batas pencapresan 20 persen dalam UU Pemilu di MK. PKS menginginkan agar angka tersebut diturunkan menjadi 7-9 persen.

"Itu bagian aja. Yang lebih fokus kami banyak menerima nasihat dan masukan dari PP Muhammadiyah yang disampaikan oleh Buya Anwar," kata Syaikhu di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jumat (29/7/2022).

Baca juga: PKS-Muhammadiyah Bersinergi Kuatkan Agenda Keumatan di Jakarta

Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas mengatakan secara pribadi menginginkan presidential threshold turun menjadi 0 persen. Dengan begitu, calon-calon yang diusung akan langsung dipilih oleh rakyat.

"Tapi secara pribadi, saya menginginkan angka 20 itu dihilangkan menjadi 0, kalau saya pribadi. Di Timor Timur (Timor Leste-red) setahu saya ada 14 atau 16 calon presiden loh. Padahal penduduknya hanya 1,7 juta. Di Prancis juga banyak. Masa kita hanya 2 sampai 3? Sedih sekali," ujar dia.



Anwar Abbas menyatakan bahwa presidential threshold dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 ini hanya dapat meloloskan para kapitalis.

"Menurut saya pribadi ya. Jadi orang yang akan kita pilih ini adalah orang yang telah dipilih para pemilik kapital. Enggak ada yang dipilih oleh rakyat. Kalau seandainya dihilangkan menjadi 0, nanti kita akan pilih yang dipilih oleh rakyat," tuturnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sekjen PKS: Pemilih...
Sekjen PKS: Pemilih Muda Jadi Kunci, Kader Harus Siap Menangkan Pemilu 2029
Kolaborasi CLIK-Muhammadiyah...
Kolaborasi CLIK-Muhammadiyah Perkuat Literasi Data dan Keuangan untuk Dorong Kesejahteraan Masyarakat
Mantan Ketua KAMMI,...
Mantan Ketua KAMMI, BEM UI, hingga Korpus BEM SI Masuk Pengurus Gema Keadilan
Beda Jagoan Final Piala...
Beda Jagoan Final Piala Dunia dengan Gus Muhaimin, Bang Jamil: Persaudaraan Tetap Nomor Satu
PKS Ajak Gema Keadilan...
PKS Ajak Gema Keadilan Jadi Inkubator Pemimpin Muda
Menlu dan Ketua MPR...
Menlu dan Ketua MPR Bawa Delegasi PBNU-Muhammadiyah ke Pemakaman Ali Khamenei
Motivasi 2.000 Pelajar...
Motivasi 2.000 Pelajar Muhammadiyah, Mentan Amran: Struggle Now, Enjoy Your Life-Enjoy Now, Struggle for Life
Suhud Alynudin Ditetapkan...
Suhud Alynudin Ditetapkan Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta Gantikan Khoirudin
Suhud Alynudin Dikabarkan...
Suhud Alynudin Dikabarkan Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta Gantikan Khoirudin, Begini Respons PKS
Rekomendasi
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
Perkuat Ekonomi Desa,...
Perkuat Ekonomi Desa, Banten Jadi Proyek Percontohan Kedaulatan Pangan dan Energi
Berita Terkini
Masalah Perampasan Aset...
Masalah Perampasan Aset Tindak Pidana
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK: Gak Pakai Rompi Ye!
Breaking News! Febrie...
Breaking News! Febrie Adriansyah Ditahan Kejagung
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved