Berikut Cara Pemuda Perindo Ajak Gen Z dan Milenial Gabung Parpol
Selasa, 26 Juli 2022 - 21:23 WIB
loading...
Ketua Umum Pemuda DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Effendi Syahputra mengajak para Generasi Z dan milenial untuk tidak ragu gabung dengan partai politik (parpol). Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Pemuda DPP Partai Persatuan Indonesia ( Perindo ) Effendi Syahputra mengajak para Generasi Z dan milenial untuk tidak ragu gabung dengan partai politik (parpol).
Hal itu ia sampaikan saat menjadi narasumber Podcast Aksi Nyata Partai Perindo dengan tema Harapan Mereka Bagi Pemimpin Masa Depan', Selasa (26/7/2022).
Awalnya, Effendi menjelaskan politik terbagi menjadi dua macam, yakni politik partisipan dan politik elektoral. "Sadar tidak sadar kegiatan yang kita lakukan sehari-hari kegiatan politik, anak muda jadi influencer itu politik, tapi namanya politik partisipan," kata Effendi dalam podcast tersebut, Selasa (26/7/2022).
Baca juga: Di Podcast Aksi Nyata, 2 Anak Muda Gen Z Ungkap Kriteria Pemimpin Ideal
Kemudian untuk politik elektoral adalah dengan bergabung dengan parpol. Masalahnya, dia menyebutkan masih banyak Gen Z dan milenial yang ragu untuk bergabung dengan parpol. "Karena parpol identik dengan suara anak muda tidak didengar, siapa yang lebih tua lebih mapan secara ekonomi dia mau ngomong apapun pasti benar," ucapnya.
Hal itu ia sampaikan saat menjadi narasumber Podcast Aksi Nyata Partai Perindo dengan tema Harapan Mereka Bagi Pemimpin Masa Depan', Selasa (26/7/2022).
Awalnya, Effendi menjelaskan politik terbagi menjadi dua macam, yakni politik partisipan dan politik elektoral. "Sadar tidak sadar kegiatan yang kita lakukan sehari-hari kegiatan politik, anak muda jadi influencer itu politik, tapi namanya politik partisipan," kata Effendi dalam podcast tersebut, Selasa (26/7/2022).
Baca juga: Di Podcast Aksi Nyata, 2 Anak Muda Gen Z Ungkap Kriteria Pemimpin Ideal
Kemudian untuk politik elektoral adalah dengan bergabung dengan parpol. Masalahnya, dia menyebutkan masih banyak Gen Z dan milenial yang ragu untuk bergabung dengan parpol. "Karena parpol identik dengan suara anak muda tidak didengar, siapa yang lebih tua lebih mapan secara ekonomi dia mau ngomong apapun pasti benar," ucapnya.
Lihat Juga :