Tamasya Intelektual dan Cerita Radikalisme yang Menyertainya

Senin, 25 Juli 2022 - 09:22 WIB
loading...
A A A
Menguatnya imigran Muslim di negara-negara Barat, termasuk Australia, menjadi ancaman bagi para pelajar yang hidup menjadi minoritas. Superioritas dan supremasi kulit putih kerapkali mewarnai kehidupan dan membawa pekerja pengetahuan dalam ancaman radikalisme dan rasisme fasis (hal. 194).

Yang menarik dari buku ini, penulis berhasil mengisahkan dengan detail tentang kehidupan sosial serta budaya di Australia, berikut dengan segala tantangannya. Penulis buku ini mengalami situasi yang tak menentu disaat tragedi kemanusiaan Christchurch di New Zealand, pada 15 Maret 2019. Tragedi itu memang menghentak dunia internasional akibat ulah dari seorang pemuda dengan menyerang umat Islam yang sedang salat Jumat.

Serangan itu memakan korban setidaknya empat puluh sembilan orang yang meninggal dunia. Penulis buku ini menjadi saksi sejarah kala itu, di mana kena imbas atas tragedi kelam itu. Bagaimana tidak panik, jika tragedi itu berupa penyerangan brutal sembari menyiarkan langsung (live streaming) atas aksinya melakukan penembakan di dalam ruang masjid. (hal. 114).

Penulis buku ini mengisahkannya dengan cukup baik. Bagaikan menaiki kereta roller coaster, pembaca dipacu untuk berlari kencang dengan degub nafas terhela-hela. Buku ini memacu adrenalin tinggi untuk terus menikmati setiap halaman per-halaman. Suguhan dari rekam perjalanan ini menjadi pembeda antara buku ini dengan buku catatan perjalanan lainnya. Buku ini dilengkapi dengan kontestasi wacana keagamaan yang mewarnai perjalanan akademik selama di Australia, khususnya di Canberra.

Reflektif-Informatif

Buku berjudul Dari Carbella ke Canberra: Geliat Akademik, Jejaring Intelektual, dan Wacana Keagamaan di Panggung Internasional ini merupakan hasil refleksi dari catatan perjalanan akademis selama berada di Australia. Sebagai buku catatan, tentu berasal dari pengalaman personal, baik yang berhubungan dengan dunia akademik maupun yang berhubungan dengan kehidupan pergaulan sosial selama berada di Australia, khususnya di Canberra.

Buku-buku reflektif semacam ini sangat penting didesiminasikan, selain sebagai pengingat dari penulisnya sendiri, juga dapat bermanfaat kepada pembaca untuk mengetahui seluk beluk kehidupan selama berada di perantauan luar negeri. Model penulisan buku ini juga menggambarkan dengan sangat jelas betapa kebahagiaan akademik itu tercapai saat mampu tampil dalam kegiatan-kegiatan forum akademik bergengsi dengan menjadi pembicara (speaker) di beberapa event internasional.

Tentu, ada perubahan dan pertumbuhan cara pikir, cara bertanya dan cara memecahkan pertanyaan dari para penulis buku ini, pada saat sebelum berinteraksi dengan para akademisi luar negeri. Buku ini dapat mengantarkan pembaca untuk membedakan persentuhan dengan para akademisi luar negeri yang sangat mempengaruhi cara pikir, cara bertanya dan cara mengajukan argumen dengan sangat kritis dan dialektis. Hal itu juga menjadi tambahan informasi bermanfaat dalam buku ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengelola Sawit untuk...
Mengelola Sawit untuk Indonesia yang Kuat
Mengenal System Shift,...
Mengenal System Shift, Kerangka Baru Membaca Perubahan Dunia
Mudiruna, Kisah Ulama...
Mudiruna, Kisah Ulama Cahaya dari Rumah Sederhana
Bukan Motivasi Kosong,...
Bukan Motivasi Kosong, Positivo Theory Jadi Panduan Nyata Anak Muda Bangun Masa Depan
Rustini Muhaimin Tekankan...
Rustini Muhaimin Tekankan Budaya Literasi dengan Gerakan Membaca
Prosumenesia: Era Baru...
Prosumenesia: Era Baru Konsumen Jadi Produsen Digital
Cukup Baca 4 Buku Setahun,...
Cukup Baca 4 Buku Setahun, Risiko Stres dan Depresi Bisa Turun Signifikan
Buku “Misi untuk Raka”...
Buku Misi untuk Raka Diluncurkan, Edukasi Anak Usia Dini agar Seru Tanpa Gawai
Berani Sehat, Tak Perlu...
Berani Sehat, Tak Perlu Takut Kuman
Rekomendasi
Penelitian Unair: Galon...
Penelitian Unair: Galon Polikarbonat Tak Terkait Gangguan Hormon hingga Kanker
Gaduh Pengangkatan Komisaris...
Gaduh Pengangkatan Komisaris BUMN, Qodari: Penting untuk Kawal Agenda Negara
BTS Jadi Tamu Kehormatan...
BTS Jadi Tamu Kehormatan Argentina Jelang Konser Oktober Mendatang
Berita Terkini
Kemlu: Dubes RI untuk...
Kemlu: Dubes RI untuk Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Bambang Saputra: Musyawarah...
Bambang Saputra: Musyawarah Harus Jadi Dasar Pembentukan UU
KPK: Kenaikan Gaji Kepala...
KPK: Kenaikan Gaji Kepala Daerah Tak Menjamin Bakal Bebas Korupsi
Pengembalian Amplop...
Pengembalian Amplop Raja Juli Tak Hapus Unsur Pidana, KPK Terus Dalami Kasus HPT
Menhut: Presiden Minta...
Menhut: Presiden Minta Kemenhut Bangun Tata Kelola Kehutanan Antikorupsi
Pertajam DIM RUU Pemilu,...
Pertajam DIM RUU Pemilu, DPR Buka Peluang Kunjungi NU, Muhammadiyah, hingga Walubi
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved