Tamasya Intelektual dan Cerita Radikalisme yang Menyertainya

Senin, 25 Juli 2022 - 09:22 WIB
loading...
Tamasya Intelektual...
Tamasya Intelektual dan Cerita Radikalisme yang Menyertainya
A A A
Qurrotul Uyun
Dosen Fakultas Syariah UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember


Perjalanan akademik merupakan perjalanan sunyi. Sifatnya sangat privat dan kerapkali diwarnai dengan ritme emosional yang kuat. Tidak banyak orang mengisahkan perjalanan akademik karena fokus kehidupannya dihabiskan pada rentetan aktifitas untuk menghapi berbagai tantangan.

Selain persoalan waktu, kadang seorang pekerja pengetahuan (knowledge worker) lebih asyik menikmati kisahnya sendiri. Namun berbeda dengan kebanyakan orang. Wildani Hefni dan Rizqa Ahmadi justru menuliskan perjalanan akademiknya selama menempuh studi di Ibu Kota Australia, Canberra.

Bagi penulis buku ini, perjalanan akademik tak lain adalah tamasya intelektual yang harus dinikmati oleh banyak orang, tidak terbatas pada dirinya. Karena itu, buku ini mengungkap segala hal yang berkaitan dengan perjalanan kehidupan akademik mulai sejak di Carbella, Jakarta (Ibu kota Indonesia), dan Canberra (ibu kota Australia).

Buku yang ditulis dalam memoar perjalanan akademik ini lahir dari dua pelajar yang mendapatkan beasiswa dari pemerintah Australia, dalam hal ini Department of Foreign Affais and Trade (DFAT) dalam program beasiswa bernama Partnership in Islamic Education Scheme (PIES). PIES ini merupakan sinergi kerja sama antara Australian National University (ANU) Canberra dan Kementerian Agama yang didukung oleh Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Pemerintah Australia (hal. 2).

Jamak diketahui, Australia merupakan negara yang banyak diminati oleh mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan studi. Terdapat beberapa perguruan tinggi di Australia yang menempati perguruan tinggi ranking dunia. Tentu, belajar di luar negeri, lebih-lebih di perguruan tinggi kelas dunia, merupakan impian bagi kaum pelajar. Selain bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas akademik, melanjutkan studi di luar negeri juga dapat memperluas jejaring akademik di kancah internasional.

Tamasya intelektual yang digambarkan dalam buku ini berkisar tentang dunia intelektualisme. Dalam lingkaran modal intelektual, berbagai gagasan, ide, khazanah keilmuan dan pengetahuan, dapat tersituasikan secara sosial dan dibentuk oleh pandangan dunia melalui berbagai macam pemikiran. Akan tetapi, hal itu tidak akan berjalan mulus jika dihadapkan dengan berbagai tantangan.

Penulis buku ini berhasil memadukan perjalanan akademik pada satu sisi, dan pada sisi yang lain menyuguhkan gambaran kehidupan keagamaan di panggung internasional saat menjadi kelompok minoritas. Buku ini dengan jeli membedah ancaman yang dihadapi oleh para pelajar, termasuk ancaman radikalisme.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengelola Sawit untuk...
Mengelola Sawit untuk Indonesia yang Kuat
Mengenal System Shift,...
Mengenal System Shift, Kerangka Baru Membaca Perubahan Dunia
Mudiruna, Kisah Ulama...
Mudiruna, Kisah Ulama Cahaya dari Rumah Sederhana
Bukan Motivasi Kosong,...
Bukan Motivasi Kosong, Positivo Theory Jadi Panduan Nyata Anak Muda Bangun Masa Depan
Rustini Muhaimin Tekankan...
Rustini Muhaimin Tekankan Budaya Literasi dengan Gerakan Membaca
Prosumenesia: Era Baru...
Prosumenesia: Era Baru Konsumen Jadi Produsen Digital
Cukup Baca 4 Buku Setahun,...
Cukup Baca 4 Buku Setahun, Risiko Stres dan Depresi Bisa Turun Signifikan
Buku “Misi untuk Raka”...
Buku Misi untuk Raka Diluncurkan, Edukasi Anak Usia Dini agar Seru Tanpa Gawai
Berani Sehat, Tak Perlu...
Berani Sehat, Tak Perlu Takut Kuman
Rekomendasi
BEM Psikologi UI Sebut...
BEM Psikologi UI Sebut LGBT Bukan Penyimpangan, MUI: Kampus Harus Ajarkan Mental Spiritual
Piala Dunia 2026 Ternoda,...
Piala Dunia 2026 Ternoda, Tim Mesir Keluhkan Aksi Polisi Dallas
Film Bapak Paling Jujur,...
Film Bapak Paling Jujur, Drama Komedi yang Bikin Andovi da Lopez Tak Bisa Bohong
Berita Terkini
Menhut: Presiden Minta...
Menhut: Presiden Minta Kemenhut Bangun Tata Kelola Kehutanan Antikorupsi
Pertajam DIM RUU Pemilu,...
Pertajam DIM RUU Pemilu, DPR Buka Peluang Kunjungi NU, Muhammadiyah, hingga Walubi
Raksasa (yang) Tak Lagi...
Raksasa (yang) Tak Lagi Menakutkan
Roy Suryo Kembali Ajukan...
Roy Suryo Kembali Ajukan Gugatan Praperadilan, Polda Metro Jaya: Tidak Apa-apa
Transisi Energi, Prabowo...
Transisi Energi, Prabowo Akan Luncurkan BBM B50 pada 9 Juli 2026
AHY Serahkan Penentuan...
AHY Serahkan Penentuan Logo HUT ke-25 Partai Demokrat ke Publik, Ini Alasannya
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved