Seminggu Timsus Kasus Brigadir J Bekerja, 2 Jenderal dan 1 Kombes Dinonaktifkan
Kamis, 21 Juli 2022 - 11:39 WIB
loading...
Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono yang juga penanggung jawab Tim Khusus Polri memberikan keterangan usai melakukan pertemuan di kantor Komnas HAM terkait kasus penembakan di rumah dinas Kadiv Propam, Jumat (15/7/2022). FOTO/MPI/ARIF JULIANTO
A
A
A
JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ketika itu langsung mengambil langkah strategis membentuk tim khusus (timsus) gabungan internal dan eksternal terkait peristiwa penembakan Brigadir J oleh Bharada E di rumah dinas Kadiv Propam Polri. Menjawab keraguan publik menjadi alasan subtansi Kapolri untuk segera mengusut perkara tersebut dengan mengerahkan tim khusus internal Polri serta dibantu Kompolnas dan Komnas HAM.
"Karena memang terjadi baku tembak antara anggota dan anggota, dan kami juga mendapatkan banyak informasi terkait dengan berita-berita liar yang beredar, yang tentunya kita juga ingin semuanya ini bisa tertangani dengan baik. Oleh karena itu saya telah membentuk tim khusus," kata Sigit di Mabes Polri, Jakarta, Selasa 12 Juli 2022.
Tak dipungkiri, masyarakat mendapat banyak informasi berbeda versi terkait dengan peristiwa itu. Mabes Polri pun mengamini hal tersebut dengan menyatakan, banyaknya spekulasi pascaperistiwa itu.
Semua pihak berbicara. Mereka mengklaim informasi yang diterima adalah 'A1' atau kebenarannya sahih. Namun, dengan hal itu justru menjadikan pelangi spekulasi dalam perkara ini.
"Karena memang terjadi baku tembak antara anggota dan anggota, dan kami juga mendapatkan banyak informasi terkait dengan berita-berita liar yang beredar, yang tentunya kita juga ingin semuanya ini bisa tertangani dengan baik. Oleh karena itu saya telah membentuk tim khusus," kata Sigit di Mabes Polri, Jakarta, Selasa 12 Juli 2022.
Tak dipungkiri, masyarakat mendapat banyak informasi berbeda versi terkait dengan peristiwa itu. Mabes Polri pun mengamini hal tersebut dengan menyatakan, banyaknya spekulasi pascaperistiwa itu.
Semua pihak berbicara. Mereka mengklaim informasi yang diterima adalah 'A1' atau kebenarannya sahih. Namun, dengan hal itu justru menjadikan pelangi spekulasi dalam perkara ini.
Lihat Juga :