Jokowi Tunjuk Dirjen Kemenkes Jadi Ketua Dewas BPJS Kesehatan
Senin, 18 Juli 2022 - 17:32 WIB
loading...
A
A
A
Muhadjir pun berharap agar Dewas BPJS Kesehatan dengan BPJS Kesehatan bisa saling mendukung. “Mudah-mudahan dengan kehadiran bapak Abdul Kadir yang saya tahu beliau juga sudah lama menjabat sebagai salah satu eselon I di Kementerian Kesehatan sehingga saya kira sudah sangat paham apa yang harus dilakukan,” katanya.
Dia juga sangat berharap antara BPJS Kesehatan dengan di DJSN menjadi dua pasangan counterpart, bukan pasangan kembaran, tapi pasang berlawanan. “Pasangan kembaran itu kayak roda ban mobil itu pasangan kembaran itu, persis kanan kiri sama, hanya yang satu dipasang di kiri dan di kanan. Tapi mereknya kadang juga sama. Kalau mereknya beda juga ndak nyaman juga,” ungkap Muhadjir.
Bahkan, Muhadjir pun mengibaratkan Dewas BPJS Kesehatan dan BPJS Kesehatan bagaikan setop kontak. “Kalau BPJS Kesehatan dan Dewan Pengawas itu adalah pasangan yang berlawanan, oposisi biner. Oposisi biner itu seperti setop kontak itu, pasangan tapi berlawanan, itu setop kontak. Bayangkan kalau bentuknya enggak sama malah enggak nyambung itu. Tapi justru berbeda itulah kemudian menjadi kompatibel, ya itulah antara BPJS dengan pengawas,” katanya.
Karena itu, kata dia, kewajiban dari pengawas untuk mengawasi. Sementara yang diawasi juga, kata dia, harus siap untuk menerima saran, masukan, kritikan dari pengawas.
Muhadjir pun berpesan kepada Dewas BPJS Kesehatan terus memberikan masukan kepada BPJS Kesehatan setiap minimal tiga bulan sekali. “Dan upayakan paling tidak tiap bulan ada masukan yang bersifat korektif terhadap BPJS Kesehatan. Dengan begitu, maka saya kira BPJS Kesehatan ini masih terlalu banyak yang bisa dikritisi, yang bisa dikoreksi untuk perbaikan,” pungkasnya.
Dia juga sangat berharap antara BPJS Kesehatan dengan di DJSN menjadi dua pasangan counterpart, bukan pasangan kembaran, tapi pasang berlawanan. “Pasangan kembaran itu kayak roda ban mobil itu pasangan kembaran itu, persis kanan kiri sama, hanya yang satu dipasang di kiri dan di kanan. Tapi mereknya kadang juga sama. Kalau mereknya beda juga ndak nyaman juga,” ungkap Muhadjir.
Bahkan, Muhadjir pun mengibaratkan Dewas BPJS Kesehatan dan BPJS Kesehatan bagaikan setop kontak. “Kalau BPJS Kesehatan dan Dewan Pengawas itu adalah pasangan yang berlawanan, oposisi biner. Oposisi biner itu seperti setop kontak itu, pasangan tapi berlawanan, itu setop kontak. Bayangkan kalau bentuknya enggak sama malah enggak nyambung itu. Tapi justru berbeda itulah kemudian menjadi kompatibel, ya itulah antara BPJS dengan pengawas,” katanya.
Karena itu, kata dia, kewajiban dari pengawas untuk mengawasi. Sementara yang diawasi juga, kata dia, harus siap untuk menerima saran, masukan, kritikan dari pengawas.
Muhadjir pun berpesan kepada Dewas BPJS Kesehatan terus memberikan masukan kepada BPJS Kesehatan setiap minimal tiga bulan sekali. “Dan upayakan paling tidak tiap bulan ada masukan yang bersifat korektif terhadap BPJS Kesehatan. Dengan begitu, maka saya kira BPJS Kesehatan ini masih terlalu banyak yang bisa dikritisi, yang bisa dikoreksi untuk perbaikan,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :