Mendagri: Anggapan Covid-19 Menurun Picu Animo Masyarakat untuk Vaksin Booster Rendah
Minggu, 17 Juli 2022 - 21:35 WIB
loading...
Mendagri Tito Karnavian menyebut anggapan bahwa Covid-19 menurun berdampak pada rendahnya animo masyarakat terhadap vaksin booster. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut adanya anggapan bahwa Covid-19 menurun berdampak pada turunnya animo masyarakat terhadap vaksin booster . Hal itu, disampaikan Tito usai sejumlah kepala daerah melaporkan catatan terkait vaksin booster kepadanya.
Tito mengatakan, anggapan tersebut terus mencuat dikarenakan banyaknya masyarakat yang menganggap enteng penularan hingga gejala Covid-19 di daerah. "Di masyarakat banyak ininya kurang, animo, Karena satu kasusnya dianggap sudah jauh menurun, kedua ada pandangan bahwa ini sepertinya masih ringan padahal enggak juga," ujar Tito di TMII, Minggu (17/7/2022).
Menurut Tito, adanya anggapan tersebut dikarenakan adanya penurunan kasus kematian akibat Covid-19. Padahal, dengan acuhnya masyarakat terhadap vaksin booster hal itu berdampak pada rendahnya antibodi di masyarakat.
Baca juga: Mulai 17 Juli, Pengguna Kereta Api Jarak Jauh Wajib Vaksin Booster
"Sehingga dari rumah sakit masih kosong, kematian berkurang, padahal enggak, untuk yang belum vaksin, antibodinya rendah masih rawan, apalagi ada komorbid," ungkapnya.
Tito mengatakan, anggapan tersebut terus mencuat dikarenakan banyaknya masyarakat yang menganggap enteng penularan hingga gejala Covid-19 di daerah. "Di masyarakat banyak ininya kurang, animo, Karena satu kasusnya dianggap sudah jauh menurun, kedua ada pandangan bahwa ini sepertinya masih ringan padahal enggak juga," ujar Tito di TMII, Minggu (17/7/2022).
Menurut Tito, adanya anggapan tersebut dikarenakan adanya penurunan kasus kematian akibat Covid-19. Padahal, dengan acuhnya masyarakat terhadap vaksin booster hal itu berdampak pada rendahnya antibodi di masyarakat.
Baca juga: Mulai 17 Juli, Pengguna Kereta Api Jarak Jauh Wajib Vaksin Booster
"Sehingga dari rumah sakit masih kosong, kematian berkurang, padahal enggak, untuk yang belum vaksin, antibodinya rendah masih rawan, apalagi ada komorbid," ungkapnya.
Lihat Juga :