Antisipasi Isu SARA dan Politik Identitas, Ini Sejumlah Langkah dari Bawaslu
Sabtu, 16 Juli 2022 - 13:06 WIB
loading...
A
A
A
"Kita akan melakukan kerja sama dengan platform seperti Facebook (Meta), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), dan lainnya untuk mengantisipasi dan mengatur kalau ada hal-hal (potensi) yang merusak sendi-sendi persaudaraan di media sosial. Hal itu dilakukan agar informasi tersebut tidak menyebar," ujarnya.
"Kemudian kita bekerja sama dengan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri terkait dengan penindakan berita hoaks, berita palsu, atau berita yang bisa menciderai persaudaraan kita," tutur dia melanjutkan.
Baca juga: Cegah Politik Identitas di Pemilu 2024, Perlu Pengawasan Lebih terhadap Medsos
Herwyn pun menyebutkan beberapa faktor alasan munculnya isu SARA seperti faktor media sosial, pemahaman yang belum tuntas soal bagaimana menjaga toleransi dan eksistensi setiap identitas, masih adanya ketimpangan sosial ekonomi, rekayasa elite politik, dan kecerobohan individu.
"Termasuk kecerobohan kita yang menyinggung psikologi di media sosial. Jika diperhatikan ada ucapan-ucapan dari kita yang teledor dan ceroboh, kemudian viral dan menjadi munculnya politik SARA," katanya.
"Kemudian kita bekerja sama dengan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri terkait dengan penindakan berita hoaks, berita palsu, atau berita yang bisa menciderai persaudaraan kita," tutur dia melanjutkan.
Baca juga: Cegah Politik Identitas di Pemilu 2024, Perlu Pengawasan Lebih terhadap Medsos
Herwyn pun menyebutkan beberapa faktor alasan munculnya isu SARA seperti faktor media sosial, pemahaman yang belum tuntas soal bagaimana menjaga toleransi dan eksistensi setiap identitas, masih adanya ketimpangan sosial ekonomi, rekayasa elite politik, dan kecerobohan individu.
"Termasuk kecerobohan kita yang menyinggung psikologi di media sosial. Jika diperhatikan ada ucapan-ucapan dari kita yang teledor dan ceroboh, kemudian viral dan menjadi munculnya politik SARA," katanya.
(abd)
Lihat Juga :