PBNU Sebut RUU HIP Ibarat Membuka Kotak Pandora
Jum'at, 26 Juni 2020 - 20:12 WIB
loading...
A
A
A
“Akhirnya atas peran dan jasa KH Wahid Hasyim yang mengambil jalan tengah dengan menjadikan sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, sebagai bagian dari menghapus 7 kata di Piagam Jakarta, maka ini jadi konsensus bersama. Maka bagi NU, Pancasila itu titik temu dari berbagai macam perbedaan,” jelas Helmy.
Karena itu, kata Helmy, PBNU sepakat dengan Ketum Demokrat agar sebaiknya bangsa Indonesia menyatukan energi untuk menghadapi pandemi COVID-19. Sejujurnya, Indonesia sesungguhnya belum siap memasuki era normal baru. Tapi, karena mempertimbangkan banyak hal dan jika terlalu sering di rumah maka ekonomi Indonesia ini akan hancur. Kalaupun terlalu sembrono, saat keluar bisa mati karena tertular COVID-19.
“Maka upaya pemerintah untuk normal baru ini bukan berarti kita sudah bebas untuk kegiatan di luar tapi, kita bersama-sama melaksanakan protokol kesehatan dengan baik,” imbuhnya.
Helmy berpandangan dengan membahas RUU HIP ini ibarat membuka kotak pandora yang bisa dibuka tapi tidak bisa ditutup kembali. Apalagi melihat di tengah situasi politik hari ini muncul perdebatan antarideologi yang akan melelahkan. (Baca: Tak Ingin Pancasila Dilemahkan, Mulyadi : Demokrat Konsisten Tolak RUU HIP)
“Kami berharap Partai Demokrat ikut memperjuangkan bersama-sama, sudahlah perjuangan terhadap RUU HIP ini kita selesaikan, kita drop untuk menyongsong era baru yaitu membangun kebersamaan dan kebersatuan kita untuk menghadapi tantangan yang tidak mudah ini,” tutupnya.
Karena itu, kata Helmy, PBNU sepakat dengan Ketum Demokrat agar sebaiknya bangsa Indonesia menyatukan energi untuk menghadapi pandemi COVID-19. Sejujurnya, Indonesia sesungguhnya belum siap memasuki era normal baru. Tapi, karena mempertimbangkan banyak hal dan jika terlalu sering di rumah maka ekonomi Indonesia ini akan hancur. Kalaupun terlalu sembrono, saat keluar bisa mati karena tertular COVID-19.
“Maka upaya pemerintah untuk normal baru ini bukan berarti kita sudah bebas untuk kegiatan di luar tapi, kita bersama-sama melaksanakan protokol kesehatan dengan baik,” imbuhnya.
Helmy berpandangan dengan membahas RUU HIP ini ibarat membuka kotak pandora yang bisa dibuka tapi tidak bisa ditutup kembali. Apalagi melihat di tengah situasi politik hari ini muncul perdebatan antarideologi yang akan melelahkan. (Baca: Tak Ingin Pancasila Dilemahkan, Mulyadi : Demokrat Konsisten Tolak RUU HIP)
“Kami berharap Partai Demokrat ikut memperjuangkan bersama-sama, sudahlah perjuangan terhadap RUU HIP ini kita selesaikan, kita drop untuk menyongsong era baru yaitu membangun kebersamaan dan kebersatuan kita untuk menghadapi tantangan yang tidak mudah ini,” tutupnya.
(kri)
Lihat Juga :