Menakar Implementasi MyPertamina

Jum'at, 15 Juli 2022 - 10:46 WIB
loading...
A A A
Jika ternyata aplikasi MyPertamina sulit dipergunakan (tidak user friendly) bagi konsumen atau banyak menimbulkan kendala dalam penggunaannya maka sebaiknya aplikasi tersebut tidak perlu dipaksakan untuk diteruskan. Hal ini mengingat MyPertamina sebagai sarana transaksi BBM bersubsidi yang merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat. Artinya, jika layanan MyPertamina tidak cukup adequate maka kebutuhan vital masyarakat akan terganggu dan jika itu terjadi maka akan berdampak pada sektor lainnya, semisal transportasi maupun sektor riil lainnya. Sehingga implementasi MyPertamina perlu kecermatan dengan didukung kajian empiris yang cukup.

Persoalan ketiga adalah persoalan sinkronisasi data pada ponsel cerdas termasuk data kendaraan. Capra (2001) menjelaskan bahwa regulasi berbasis kecerdasan buatan akan efektif jika didukung oleh soliditas data yang akurat. Oleh karena itu sinkronisasi data adalah salah satu kunci kesuksesan dalam implementasi aplikasi MyPertamina. Perlu kajian empiris dan perlu waktu bagi sinkronisasi antara ponsel dan identitas kendaraan yang terdaftar. Termasuk dalam hal ini perlu aturan yang adequate antara pemilik ponsel cerdas dan identitas kendaraan terdaftar, termasuk jika terjadi peralihan kepemilikan kendaraan. Kebijakan penggunaan MyPertamina ini perlu kebijakan dan aturan yang melibatkan lintas departemen.

Persoalan keempat adalah penyediaan sarana dan prasarana pendukung misalnya jika terjadi error dari MyPertamina dan antrean panjang. Apakah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang menerapkan pengisian BBM bersubsidi dengan MyPertamina telah menyiapkan jalur antre atau alternatif yang tidak mengganggu kelancaran pengguna jalan lain? Atau pada kondisi tersebut apakah pengisian BBM bersubsidi dapat dialihkan dari MyPertamina menjadi pengisian BBM berbasis transaksi manual seperti sebelumnya?

Tentu kondisi-kondisi seperti error-nya layanan MyPertamina atau gangguan sarana dan prasarana lainnya yang berkaitan dengan penggunaan aplikasi tersebut, semisal gangguan signal dari operator perlu diatur dalam regulasi tersendiri sehingga ketika terjadi kendala sudah ada pedoman yang pasti bagi konsumen dan pihak SPBU.

Persoalan yang terakhir adalah perlindungan data pribadi. Mengingat dalam transaksi pembelian BBM bersubsidi dengan aplikasi MyPertamina tersebut akan banyak sekali melibatkan penggunaan data pribadi maka perlu kehati-hatian. Belajar dari “bobolnya” aplikasi PeduliLindungi, aplikasi MyPertamina perlu lebih diperkuat lagi agar tidak menjadi target pencurian data pribadi. Tindakan preventif mengenai keamanan data konsumen Pertamina ini perlu dijaga ketat mengingat salah satu bahaya potensial yang dapat mengganggu implementasi dari aplikasi MyPertamina adalah isu keamanan data pribadi. Apalagi, hingga saat ini regulasi berupa undang-undang mengenai perlindungan data pribadi belum juga disahkan.

Baca berita menarik lainnya di e-paper koran-sindo.com
(bmm)
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1688 seconds (10.55#12.26)