Tak Buat Solusi, Epidemiolog UI Kritik Cara Pemerintah Tangani Covid-19
Jum'at, 26 Juni 2020 - 18:06 WIB
loading...
A
A
A
”Pasti turun (angka Covid-19). Masa 70% ndak pakai masker yang ke masjid, ini kan keterlaluan? Juga pedagang di pasar. Ini semua akibat ketidaktegasan pemerintah,” tambah Syahrizal.
Hal lain yang disorotinya adalah kemampuan pemeriksaan spesimen untuk tracing kontak kasus positif Covid-19 di tengah masyarakat juga harus ditingkatkan. “Tentu kemampuan pemeriksaan spesimen harus ditingkatkan,” jelasnya.
Menurut Syahrizal, pemerintah pusat seharusnya tidak hanya mengultimatum Jawa Timur, tapi juga DKI Jakarta. Sebab di ibu kota risiko penularan lebih besar 3,9 kali dari Jawa Timur. Seperti diketahui, Jawa Timur kini menjadi provinsi dengan akumulasi angka kasus Covid-19 tertinggi di Tanah Air.
(Baca: Hampir Dua Kali DKI Jakarta, Kenaikan Covid-19 di Jawa Timur Masih Tertinggi)
Hingga 26 Juni 2020, akumulasi kasus Covid-19 di Jatim sebanyak 10.901 kasus. Angka ini melebihi DKI Jakarta sebanyak 10.793 kasus. Menurut Syahrizal, hal itu tidak bisa dilepaskan dari faktor jumlah penduduk. Dengan jumlah penduduk yang jauh lebih empat kali lebih besar ketimbang Jakarta, risiko penularan di Jawa Timur sejatinya lebih kecil.
Hal lain yang disorotinya adalah kemampuan pemeriksaan spesimen untuk tracing kontak kasus positif Covid-19 di tengah masyarakat juga harus ditingkatkan. “Tentu kemampuan pemeriksaan spesimen harus ditingkatkan,” jelasnya.
Menurut Syahrizal, pemerintah pusat seharusnya tidak hanya mengultimatum Jawa Timur, tapi juga DKI Jakarta. Sebab di ibu kota risiko penularan lebih besar 3,9 kali dari Jawa Timur. Seperti diketahui, Jawa Timur kini menjadi provinsi dengan akumulasi angka kasus Covid-19 tertinggi di Tanah Air.
(Baca: Hampir Dua Kali DKI Jakarta, Kenaikan Covid-19 di Jawa Timur Masih Tertinggi)
Hingga 26 Juni 2020, akumulasi kasus Covid-19 di Jatim sebanyak 10.901 kasus. Angka ini melebihi DKI Jakarta sebanyak 10.793 kasus. Menurut Syahrizal, hal itu tidak bisa dilepaskan dari faktor jumlah penduduk. Dengan jumlah penduduk yang jauh lebih empat kali lebih besar ketimbang Jakarta, risiko penularan di Jawa Timur sejatinya lebih kecil.
Lihat Juga :