alexametrics

Hampir Dua Kali DKI Jakarta, Kenaikan Covid-19 di Jawa Timur Masih Tertinggi

loading...
Hampir Dua Kali DKI Jakarta, Kenaikan Covid-19 di Jawa Timur Masih Tertinggi
Pasien di RSU dr Soetomo Surabaya, rumah sakit rujukan Covid-19 di Jawa Timur. Foto: SINDOnews/Ali Masduki
A+ A-
JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah Penanganan virus Corona (Covid-19), Achmad Yurianto melaporkan akumulasi kasus positif Covid-19 hingga 26 Juni 2020 di Tanah Air mencapai 51.427 kasus.

“Kasus konfirmasi positif sebanyak 1.240 sehingga total akumulasi kasus positif kita menjadi 51.427 orang,” ungkap Juru Bicara Pemerintah Penanganan virus Corona (Covid-19), Achmad Yurianto di Media Center Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Jumat (26/6/2020).

Yuri mengatakan penambahan kasus positif paling tinggi ada di Provinsi Jawa Timur sebanyak 356 kasus. Dengan penambahan ini, Jawa Timur kini menjadi provinsi dengan kasus positif Covid-19 tertinggi di Tanah Air melampaui DKI Jakarta.

Saat ini, akumulasi kasus positif Covid-19 di Jawa Timur sebanyak Jatim 10.901 kasus. “Kalau kita lihat sebarannya hari ini Jawa Timur melaporkan kasus baru konfirmasi positif sebanyak 356 orang dan 193 sembuh,” kata Yuri.



(Baca: Positif Covid-19 Menjadi 50.187, Jawa Timur Sumbang Kasus Baru Terbanyak)

DKI Jakarta juga mengalami kenaikan kasus positif Covid-19 sebanyak 196 kasus baru. Sehingga akumulasi di DKI Jakarta sebanyak 10.793 kasus. “DKI Jakarta melaporkan 205 kasus baru dan 108 sembuh,” jelas Yuri.



Provinsi lain yang mengalami penambahan tinggi pada hari ini adalah Jawa Tengah dengan 177 kasus baru dan belum ada laporan sembuh. Sulawesi Selatan 172 kasus baru dan 156 sembuh. Kemudian, Bali 49 kasus baru dan 73 sembuh.

(Baca: Update Corona: Kasus Positif Bertambah 1.240 Menjadi 51.427 Orang)
halaman ke-1 dari 2
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak