Pandemi dan Transformasi Ekonomi Digital

Senin, 11 Juli 2022 - 18:58 WIB
loading...
A A A
Hal ini dapat dipahami mengingat di tengah pandemi Covid-19 kesadaran masyarakat terhadap kondisi kesehatan mengalami peningkatan yang sangat besar. Sebagian besar masyarakat mulai sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi makanan-makanan sehat, makan dan minumal suplemen, serta olahraga yang teratur. Selain itu, masyarakat juga mulai membatasi diri untuk berinteraksi dengan yang lainnya dan hal ini mengakibatkan perdagangan-perdagangan di dunia maya semakin meningkat.

Sebagaimana telah disinggung sebelumnya, pandemi Covid-19 telah mengubah pola perilaku konsumsi dan keuangan masyarakat secara keseluruhan. Pembatasan sosial dan interaksi fisik telah mendorong orang menggunakan e-dagang dan e-dompet secara masif sehingga para pelaku ekonomi yang menggunakan dunia maya sebagai alat transaksinya akan mendapatkan berkah yang cukup berlimpah di era kenormalan baru ini.

Bahkan di sektor industri keuangan, perubahan platform bisnis yang mengedepankan penggunaan dunia maya telah berkembang sebelum era pandemi Covid-19. Pada tahun 2019, Financial Technology (Fintech) berkembang sangat pesat baik Fintech peer to peer lending (P2P) / Crowdfunding maupun Fintench payment. Perkembangan Fintech yang sangat pesat ini merupakan respons dan penyesuaian dari perubahan pola perilaku yang terjadi di masyarakat baik dalam hal konsumsi, tabungan, maupun sistem transaksi.

Masyarakat Indonesia saat ini tidak terikat lagi pada keberadaan kantor dan orang. Dalam industri keuangan, pola konsumsi dan tabungan masyarakat saat ini telah bergeser ke dalam platform digital yang menuntut semua traksaksi dilakukan secara mobile, cepat, namun tetap aman. Hal ini terlihat ketika kredit lembaga perbankan mengalami penurunan yang cukup signifikan dan di sisi lain kredit yang disalurkan FinTech tumbuh sangat cepat. Hal yang sama juga terjadi Fintech payment. Nilai transaksi dan potensi pembayaran dengan e-wallet tumbuh sangat cepat dan sangat besar.

Dengan demikian, bagi para pelaku industri dan perdagangan yang menggunakan platform bisnis digital dengan menggunakan e-dagang dan e-dompet, era kenormalan baru pascapandemi Covid-19 ini telah menciptakan ceruk pasar yang sangat besar. Bagi mereka, era kenormalan baru hanya suatu pergeseran semata. Era kenormalan baru sejatinya tidak mengurangi tingkat konsumsi masyarakat. Era kenormalan baru lebih pada perubahan pola perilaku masyarakat yang berubah dari cara-cara konvensional dan tradisional menjadi cara-cara yang serba digital.

Jika para pelaku ekonomi terutama pelaku UMKM dapat merespons dan melakukan penyesuaian dengan baik, era kenormalan baru ini menjadi peluang baru yang menumbuhkan harapan baru. Era kenormalan baru yang menawarkan potensi peningkatan keuntungan yang dapat mendorong mereka naik kelas menjadi usaha menengah bahkan usaha besar.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Transformasi Polri di...
Transformasi Polri di Tengah Era Disrupsi Digital
Telkomsat Gandeng UNIVITY...
Telkomsat Gandeng UNIVITY Perkuat Pemantauan Keamanan Nasional
Audit Media Sosial:...
Audit Media Sosial: Langkah Penting yang Sering Kita Lupakan
Perlambatan Ekonomi...
Perlambatan Ekonomi Tekan Pendapatan, Agus Taufiq Perindo Desak Perluasan Lapangan Kerja
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Ekonomi Lesu, Welhelm...
Ekonomi Lesu, Welhelm Kurnala Perkuat UMKM Maluku lewat Dana Stimulan
Elnusa Petrofin Akselerasi...
Elnusa Petrofin Akselerasi Transformasi Digital Jasa Logistik Energi
Digitalisasi Kunci Kecepatan...
Digitalisasi Kunci Kecepatan Jasa Raharja Cairkan Santunan Korban Kecelakaan
Rekomendasi
Meski Absen di Sidang...
Meski Absen di Sidang Perdana, Ruben Onsu Optimistis Menangkan Gugatan Hak Asuh Anak
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Densus 88 Antiteror:...
Densus 88 Antiteror: Bom Rakitan di MAN 3 Padang Berdaya Ledak Rendah
Berita Terkini
Jadi Saksi Dalam Sprindik...
Jadi Saksi Dalam Sprindik Baru, Kejagung Sebut Status Tersangka Febrie Adriansyah dari Polri Tak Gugur
Harlah ke-28 PKB, Panji...
Harlah ke-28 PKB, Panji Bangsa Gelar Turnamen Mini Soccer Inklusif
Kualitas Negara Hukum...
Kualitas Negara Hukum Terletak dari Kemampuan Aparat Menjaga Hati Nurani
Bakamla Gelar Latihan...
Bakamla Gelar Latihan Menembak di Perairan Dekat Pulau Galang
Gus Ipul Respons Wacana...
Gus Ipul Respons Wacana Cak Imin soal Pemimpin Baru PBNU: Baik untuk Didiskusikan
Kubu Roy Suryo: Saksi...
Kubu Roy Suryo: Saksi Ahli Polda Metro Jaya Tidak Paham UU ITE
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved