Tiga Bulan Dibentuk, Kinerja Tim Implementasi MoU Helshinki Dipertanyakan
Minggu, 26 April 2020 - 16:36 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Suhendra, ada 60% butir di dalam MoU Helsinki yang hingga kini belum terealisasikan. Alhasil, pembangunan di Aceh masih relatif stagnan atau jalan di tempat. "Antara lain soal suku bunga, migas, dan lain-lain," jelas Suhendra yang juga pemegang amanat dari Wali Nanggroe Aceh Tengku Malik Mahmud Al-Haythar terkait percepatan implementasi MoU Helsinki ini.
Menurut dia, MoU Helsinki adalah berkah bagi seluruh rakyat Indonesia karena bisa menjadi pintu masuk bagi kesejahteraan bangsa.
Sebagai contoh, pertama hal-hal yang tidak bisa dilakukan oleh Indonesia dengan kendala regulasinya bisa dilakukan di Acej sehingga mengatasi krisis minyak di negara kita.
Kedua, jelas Suhendra, Aceh menjadi zona ekonomi terdepan karena letaknya dekat dengan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India.
Aceh juga berbatasan dengan Teluk Benggala di sebelah utara, Samudera Hindia di sebelah barat, dan Selat Malaka di sebelah timur. Aceh berbatasan langsung dengan negara Malaysia, Thailand, Singapura, Myanmar dan India.
Setiap hari ada ratusan kapal yang melintasi perairan Aceh yang seharusnya bisa dimanfaatkan dari sisi ekonomi, dalam hal ini Badan Usaha Pelabuhan (BUP) atau international transit dan turunannya.
Ketiga, masih kata Suhendra, mendorong sektor jasa, dan menahan laju eksploitasi sumber daya alam yang tengah terjadi di negara kita. "Kita tidak bisa selesaikan masalah baru dengan teori lama,"katanya.
Semestinya, lanjut Suhendra, Jakarta proaktif terhadap rakyat Aceh yang telah banyak berkorban untuk pemerintah pusat sejak perang kemerdekaan hingga kini.
Menurut dia, MoU Helsinki adalah berkah bagi seluruh rakyat Indonesia karena bisa menjadi pintu masuk bagi kesejahteraan bangsa.
Sebagai contoh, pertama hal-hal yang tidak bisa dilakukan oleh Indonesia dengan kendala regulasinya bisa dilakukan di Acej sehingga mengatasi krisis minyak di negara kita.
Kedua, jelas Suhendra, Aceh menjadi zona ekonomi terdepan karena letaknya dekat dengan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India.
Aceh juga berbatasan dengan Teluk Benggala di sebelah utara, Samudera Hindia di sebelah barat, dan Selat Malaka di sebelah timur. Aceh berbatasan langsung dengan negara Malaysia, Thailand, Singapura, Myanmar dan India.
Setiap hari ada ratusan kapal yang melintasi perairan Aceh yang seharusnya bisa dimanfaatkan dari sisi ekonomi, dalam hal ini Badan Usaha Pelabuhan (BUP) atau international transit dan turunannya.
Ketiga, masih kata Suhendra, mendorong sektor jasa, dan menahan laju eksploitasi sumber daya alam yang tengah terjadi di negara kita. "Kita tidak bisa selesaikan masalah baru dengan teori lama,"katanya.
Semestinya, lanjut Suhendra, Jakarta proaktif terhadap rakyat Aceh yang telah banyak berkorban untuk pemerintah pusat sejak perang kemerdekaan hingga kini.
Lihat Juga :