Jika Dunia Tanpa Koran

Kamis, 30 Juni 2022 - 12:03 WIB
loading...
A A A
Di tengah disrupsi dan kemajuan teknologi informasi yang sangat revolusioner seperti sekarang ini, sosok atau orang seperti Denzel Washington semakin langka. Para pembaca koran sudah mulai menua. Sedangkan generasi yang lebih muda, seperti gen X perlahan sudah mulai luntur budaya membaca korannya. Apalagi gen Y dan gen Z yang begitu lahir langsung disambut dan dimanjakan dunia digital yang agak "kurang berkenan dan bersahabat" dengan koran.

Tapi apakah otomatis koran akan mati cepat atau lambat karena dinilai gagal beradaptasi dengan zaman? Bukankah di Indonesia dan juga di sejumlah negara jumlah penerbit koran sudah mulai berguguran. Kalau pun masih eksis, tiras atau oplahnya sudah jauh menurun di banding era 2012 -2014-an. Secara hitungan matematis banyak yang meramalkan demikian. Namun, ternyata tidak semua prediksi itu benar. Sejumlah penerbit surat kabar masih tetap eksis dengan berbagai strategi adaptasi yang mereka lakukan agar tetap mampu mengikuti perkembangan zaman yang sangat cepat ini.

Koran tidak lagi hanya berupa lembaran-lembaran kertas yang dicetak dan diedarkan setiap pagi dan sore hari oleh loper kepada pelanggannya. Tapi sudah mampu berubah bentuk menjadi file-file digital yang dalam hitungan detik bisa dikirimkan ke tangan para pelanggannya dan langsung dibaca. Dengan jaminan kualitas jurnalistik yang mumpuni, berita-berita yang disajikan juga sama atau bahkan lebih baik dan lebih update dari yang edisi cetak.

Perubahan lanskap bisnis media menuju ke arah yang semakin asimetris dengan dominasi platform-platfom digital global memang telah memaksa para penerbit berjibaku untuk terus mempertahankan diri, berselancar di tengah gelombang besar digitalisasi tanpa harus tenggelam di dalamnya. Para pengelola koran sadar betul, digital banyak membawa manfaat yang patut diadopsi. Tapi di sana juga banyak residu-residu yang harus dipisahkan dan disaring agar tidak mengotori kemurnian jurnalisme baik (good journalism) yang sudah menjadi roh atau nyawa media cetak yang terbukti mampu bertahan hingga detik ini sejak ratusan tahun lalu.

KORAN SINDO telah melalui berbagai tahapan-tahapan sejak terbit perdana 30 Juni 2005 atau tepat 17 tahun lalu. Berdiri ketika iklim membuat media cetak sedang bagus, koran ini alhamdulillah mampu memberi warna berbeda dalam dunia persuratkabaran nasional. Dengan ciri khas visual paper (view paper), ditandai dengan sajian data, infografis, foto, dan teks yang diramu sedemikian rupa oleh tim redaksi dan desain sehingga menjadi seperti koran dengan aliran baru waktu itu. Berita aktual yang analitik dengan proporsi visual yang menonjol dan penyajian warna cerah yang berani telah menjadi ciri khas KORAN SINDO hingga sekarang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
Menkomdigi: Media Konvensional...
Menkomdigi: Media Konvensional Harus Tetap Eksis di Tengah New Media
RUU Hak Cipta Atur Hak...
RUU Hak Cipta Atur Hak Eksklusif Karya Jurnalistik
Komite Protes Ketentuan...
Komite Protes Ketentuan yang Lemahkan Ekosistem Pers di Perjanjian RI-Amerika
KPI Minta Revisi Undang-Undang...
KPI Minta Revisi Undang-Undang Penyiaran Dipercepat: Media Digital Tidak Ada Pengawasan
Pengaturan Media Baru...
Pengaturan Media Baru Harus Segera Dibuat
Patut Dicontoh Indonesia,...
Patut Dicontoh Indonesia, Eropa Paksa Meta Bayar Karya Jurnalis yang Ditayangkan
WPFD 2026 di Jayapura,...
WPFD 2026 di Jayapura, Komite Publisher Rights dan Komunitas Pers Hasilkan Deklarasi Jayapura
Gelar Munas ke 2, Amikraf...
Gelar Munas ke 2, Amikraf Komitmen Jadi Jembatan Praktisi dan Akademisi
Rekomendasi
RT 11 Gandaria Utara...
RT 11 Gandaria Utara Luncurkan Jingle KomLing Mania, Lagu Edukasi yang Bikin Warga Semangat Pilah Sampah!
Diiringi Tanjidor, Pramono...
Diiringi Tanjidor, Pramono Anung dan Rano Karno Hadiri Malam Perayaan HUT ke-499 Jakarta
Kenapa Sering Sakit...
Kenapa Sering Sakit Padahal Sudah Makan Sehat? Ini Penjelasan dr. Gia Pratama
Berita Terkini
Kemhan Beberkan Materi...
Kemhan Beberkan Materi Latihan Fisik Calon Manajer Kopdes: Baris-berbaris hingga Hormat Militer
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
DPR Desak Latsarmil...
DPR Desak Latsarmil Peserta SPPI Disetop: Nyawa Jangan Dianggap Enteng!
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Bareskrim Didesak Pulihkan...
Bareskrim Didesak Pulihkan Hak Korban Penipuan dan Penggelapan Dana Syariah Indonesia
Pengamat: Penegakan...
Pengamat: Penegakan Hukum Jadi Cermin Kualitas Demokrasi
Infografis
Daftar 10 Pemain Tersubur...
Daftar 10 Pemain Tersubur dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved