Ini Instruksi Jokowi untuk Penanganan Covid-19 di Jawa Timur
Kamis, 25 Juni 2020 - 15:14 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu dia kembali mengingatkan soal prakondisi terhadap suatu kebijakan adaptasi kebiasaan baru yang akan ditempuh. Sosialisasi kepada masyarakat harus dilakukan secara masif.
"Saya minta tahapan-tahapannya diprakondisikan terlebih dahulu. Jangan langsung dibuka tanpa sebuah prakondisi yang baik. Kemudian cari timing yang betul-betul pas. Ditentukan kabupaten mana dulu, kota mana dulu," tuturnya.
(Baca: Jokowi Minta Pemprov Jatim Turunkan Kasus Covid-19 dalam 2 Minggu)
Selanjut terkait penentuan sektor-sektor aktivitas yang dapat dibuka kembali harus dilakukan secara bertahap dan disiapkan secara matang. Jokowi menekankan bahwa harus diutamakan sektor dengan risiko penularan rendah yang didahulukan dibanding sektor-sektor lainnya.
“Sektor yang memiliki risiko sedang tentu saja dinomorduakan. Dan sektor yang memiliki sektor tinggi dinomor-tigakan, atau dinomor-empatkan atau dinomor-limakan,” ungkapnya.
Lebih lanjut Mantan Gubernur DKI Jakarta itu memerintahkan agar kebijakan penanganan pandemi maupun adaptasi kebiasaan baru harus diambil dengan terlebih dahulu melihat data dan fakta di lapangan. Masukan dari para pakar juga harus dijadikan pertimbangan tersendiri.
"Saya minta tahapan-tahapannya diprakondisikan terlebih dahulu. Jangan langsung dibuka tanpa sebuah prakondisi yang baik. Kemudian cari timing yang betul-betul pas. Ditentukan kabupaten mana dulu, kota mana dulu," tuturnya.
(Baca: Jokowi Minta Pemprov Jatim Turunkan Kasus Covid-19 dalam 2 Minggu)
Selanjut terkait penentuan sektor-sektor aktivitas yang dapat dibuka kembali harus dilakukan secara bertahap dan disiapkan secara matang. Jokowi menekankan bahwa harus diutamakan sektor dengan risiko penularan rendah yang didahulukan dibanding sektor-sektor lainnya.
“Sektor yang memiliki risiko sedang tentu saja dinomorduakan. Dan sektor yang memiliki sektor tinggi dinomor-tigakan, atau dinomor-empatkan atau dinomor-limakan,” ungkapnya.
Lebih lanjut Mantan Gubernur DKI Jakarta itu memerintahkan agar kebijakan penanganan pandemi maupun adaptasi kebiasaan baru harus diambil dengan terlebih dahulu melihat data dan fakta di lapangan. Masukan dari para pakar juga harus dijadikan pertimbangan tersendiri.
Lihat Juga :