M. Qodari Sebut 3 Nama Ini Berpeluang Besar Muncul di Pilpres 2024
Sabtu, 25 Juni 2022 - 20:48 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Elektablitas Prabowo, Ganjar, dan Anies Tertinggi dalam Survei Capres Populi Center
"Keduanya ini kalau bergabung masih belum cukup lalu AHY-SBY juga datang, saya tak pernah menbayangkan seorang SBY, presiden 2 kali bisa datang ke Nasdem Tower kalau tak ada sesuatu yang sangat penting, misalnya menyodorkan nama AHY menjadi cawapres begitu, jadi koalisi 3 partai ini (Nasdem-PKS-Demokrat) sudah memenuhi syarat dan kemungkinan pasangan calonnya Anies-AHY," jelasnya.
Kedua, pasangan Prabowo Subianto-Muhaimin Iskandar yang diusung Gerinda dan PKB. Gerinda merupakan partai nasionalis saat berkoalisi dengan PKB partai Islam tradisionalis kebetulan juga Muhaimin juga NU kuat di Jawa Timur, bisa berkoalisi cukup satu tiket pasangan Prabowo-Muhaimin.
"Ketiga, kabarnya yah koalisi Indonesia baru yang isinya Golkar, PAN, dan PPP katanya disiapkan buat Ganjar yah dengan katakanlah Mr. X kita tak tahu siapa namanya, bisa maju. Lalu keempat, kalau misalnya Ganjar tak jadi lewat PDIP, Mbak Puan Maharani maju sendiri, PDIP bisa maju sendiri jadilah 4 pasangan," terangnya.
Dia memaparkan, simulasi 4 pasangan B yakni, dengan 3 pasangan sama, hanya satu pasangan yang diusung Golkar, PAN, dan PPP saja yang berbeda lantaran mengusung Airlangga dengan Mr. X. Pasalnya, bisa saja Ganjar Pranowo tak berani keluar dari PDIP hingga membuat Golkar, PAN, dan PPP gigit jari.
"Simulasi 3 pasang A di mana Ganjar enggak jadi maju, KIB (Golkar, PAN, PPP) nya bubar akhirnya memilih jalan sendiri-sendiri, saya anggaplah PPP lari ke Anies Baswedan karena di Nasdem, PKS, Demokrat belum ada Islam tradisional, PKS Islam modernis, Nasdem dan Demokrat sama-sama nasionalis jadi supaya punya warna baru Islam, PPP masuk ke AHY," jelasnya.
"Keduanya ini kalau bergabung masih belum cukup lalu AHY-SBY juga datang, saya tak pernah menbayangkan seorang SBY, presiden 2 kali bisa datang ke Nasdem Tower kalau tak ada sesuatu yang sangat penting, misalnya menyodorkan nama AHY menjadi cawapres begitu, jadi koalisi 3 partai ini (Nasdem-PKS-Demokrat) sudah memenuhi syarat dan kemungkinan pasangan calonnya Anies-AHY," jelasnya.
Kedua, pasangan Prabowo Subianto-Muhaimin Iskandar yang diusung Gerinda dan PKB. Gerinda merupakan partai nasionalis saat berkoalisi dengan PKB partai Islam tradisionalis kebetulan juga Muhaimin juga NU kuat di Jawa Timur, bisa berkoalisi cukup satu tiket pasangan Prabowo-Muhaimin.
"Ketiga, kabarnya yah koalisi Indonesia baru yang isinya Golkar, PAN, dan PPP katanya disiapkan buat Ganjar yah dengan katakanlah Mr. X kita tak tahu siapa namanya, bisa maju. Lalu keempat, kalau misalnya Ganjar tak jadi lewat PDIP, Mbak Puan Maharani maju sendiri, PDIP bisa maju sendiri jadilah 4 pasangan," terangnya.
Dia memaparkan, simulasi 4 pasangan B yakni, dengan 3 pasangan sama, hanya satu pasangan yang diusung Golkar, PAN, dan PPP saja yang berbeda lantaran mengusung Airlangga dengan Mr. X. Pasalnya, bisa saja Ganjar Pranowo tak berani keluar dari PDIP hingga membuat Golkar, PAN, dan PPP gigit jari.
"Simulasi 3 pasang A di mana Ganjar enggak jadi maju, KIB (Golkar, PAN, PPP) nya bubar akhirnya memilih jalan sendiri-sendiri, saya anggaplah PPP lari ke Anies Baswedan karena di Nasdem, PKS, Demokrat belum ada Islam tradisional, PKS Islam modernis, Nasdem dan Demokrat sama-sama nasionalis jadi supaya punya warna baru Islam, PPP masuk ke AHY," jelasnya.
Lihat Juga :