Pemuda Muhammadiyah: Holywings Menguji Keberanian Penegak Hukum
Sabtu, 25 Juni 2022 - 11:53 WIB
loading...
Ketua Hukum dan HAM PP Pemuda Muhammadiyah Razikin menilai promosi miras gratis Holywings itu adalah tindakan penodaan terhadap agama. Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - Kasus tempat hiburan di Jakarta Holywings yang mempromosikan minuman keras (miras) gratis berbau suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) menuai kritikan banyak pihak. Polisi pun telah menetapkan enam orang tersangka dalam kasus tersebut.
Menanggapi hal itu, Ketua Hukum dan HAM PP Pemuda Muhammadiyah Razikin menilai promosi miras gratis Holywings itu adalah tindakan penodaan terhadap agama. Razikin mengatakan bahwa pihak Holywings sungguh terlalu berani melakukan tindakan itu, seolah menantang keberanian umat Islam khususnya.
Holywings, kata Razikin, akan menanggung risiko hukum dan bisnis sekaligus atas kebodohannya sendiri. Razikin pun mengingatkan pihak Holywings dan siapa pun juga yang membuka bisnis di Indonesia agar tidak bermain-main dengan persoalan SARA karena akan memicu kemarahan dan gelombang perlawanan.
Baca juga: Gus Yaqut Bakal Panggil GP Ansor Jakarta soal Konvoi ke Holywings
Kemudian, dia menuturkan, harus diingat bahwa meskipun agama suatu institutio divina yang menyimpan keilahian dan kesucian, namun agama juga sebagai institutio humana terkadang mampu memicu kekerasan tanpa belas kasihan dan menciptakan gerak massa paling kolosal dan memekikkan perang dan pertumpahan darah.
“Hal tersebut yang menerangkan kenapa, tindakan penodaan agama menjadi persoalan serius, umat Islam tidak pernah mempersoalkan Holywings dalam menjalankan bisnisnya di Indonesia, termasuk menjual minuman beralkohol sekalipun, namun akan menjadi masalah serius ketika berurusan dengan persoalan agama,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (25/6/2022).
Menanggapi hal itu, Ketua Hukum dan HAM PP Pemuda Muhammadiyah Razikin menilai promosi miras gratis Holywings itu adalah tindakan penodaan terhadap agama. Razikin mengatakan bahwa pihak Holywings sungguh terlalu berani melakukan tindakan itu, seolah menantang keberanian umat Islam khususnya.
Holywings, kata Razikin, akan menanggung risiko hukum dan bisnis sekaligus atas kebodohannya sendiri. Razikin pun mengingatkan pihak Holywings dan siapa pun juga yang membuka bisnis di Indonesia agar tidak bermain-main dengan persoalan SARA karena akan memicu kemarahan dan gelombang perlawanan.
Baca juga: Gus Yaqut Bakal Panggil GP Ansor Jakarta soal Konvoi ke Holywings
Kemudian, dia menuturkan, harus diingat bahwa meskipun agama suatu institutio divina yang menyimpan keilahian dan kesucian, namun agama juga sebagai institutio humana terkadang mampu memicu kekerasan tanpa belas kasihan dan menciptakan gerak massa paling kolosal dan memekikkan perang dan pertumpahan darah.
“Hal tersebut yang menerangkan kenapa, tindakan penodaan agama menjadi persoalan serius, umat Islam tidak pernah mempersoalkan Holywings dalam menjalankan bisnisnya di Indonesia, termasuk menjual minuman beralkohol sekalipun, namun akan menjadi masalah serius ketika berurusan dengan persoalan agama,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (25/6/2022).
Lihat Juga :