Jubir Perindo Paparkan Format Koalisi Capres 2024 Pasca Reshuffle
Jum'at, 24 Juni 2022 - 17:24 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian yang kedua, koalisi atau kerja sama di Indonesia kaitannya dengan capres-cawapres itu sangat dinamis. Selanjutnya yang ketiga, koalisi parpol di Indonesia lebih banyak dibangun atas dasar kepentingan pragmatis dibanding dibangun atas dasar kesamaan platform perjuangan.
"Jadi ini suatu realitas politik yang kita rasakan pada hari ini sepanjang pencapresan yang ada di Indonesia," katanya.
Keempat, koalisi ideal bisa dibangun atas dasar kesamaan platform dan kekuatan politik di parlemennya juga sama-sama unggul. Dengan demikian, menurutnya maka ini akan menjadi suatu koalisi yang ideal.
Terakhir, koalisi dapat dibangun dan akan menjadi koalisi yang stabil apabila kekuatan politik di parlemen bisa mencapai 55-65% penguasaan kursi di DPR, dengan begitu maka kerja sama legislatif dan eksekutif bisa berjalan secara serasi. Baca juga: Ingin Berjuang Bersama, Alasan Dadang Suherman Masuk Partai Perindo
"Meskipun dinamika politik yang terjadi di parlemen tetap harus menjadi sesuatu yang diberikan ruang karena memberikan ruang kepada perbedaan pandangan dan pendapat itu adalah sesuatu yang merupakan keniscayaan dalam demokrasi," pungkasnya.
"Jadi ini suatu realitas politik yang kita rasakan pada hari ini sepanjang pencapresan yang ada di Indonesia," katanya.
Keempat, koalisi ideal bisa dibangun atas dasar kesamaan platform dan kekuatan politik di parlemennya juga sama-sama unggul. Dengan demikian, menurutnya maka ini akan menjadi suatu koalisi yang ideal.
Terakhir, koalisi dapat dibangun dan akan menjadi koalisi yang stabil apabila kekuatan politik di parlemen bisa mencapai 55-65% penguasaan kursi di DPR, dengan begitu maka kerja sama legislatif dan eksekutif bisa berjalan secara serasi. Baca juga: Ingin Berjuang Bersama, Alasan Dadang Suherman Masuk Partai Perindo
"Meskipun dinamika politik yang terjadi di parlemen tetap harus menjadi sesuatu yang diberikan ruang karena memberikan ruang kepada perbedaan pandangan dan pendapat itu adalah sesuatu yang merupakan keniscayaan dalam demokrasi," pungkasnya.
(kri)
Lihat Juga :