Sosok KH Azhar Basyir, ‘Kiai Terakhir’ Muhammadiyah Putra Santri Pendiri NU

Jum'at, 24 Juni 2022 - 13:08 WIB
loading...
Sosok KH Azhar Basyir,...
KH Azhar Basyir merupakan sosok yang diakui sebagai perpaduan ulama dan intelektual yang menandai era baru kepemiminan Muhammadiyah. Foto/pwmu.co
A A A
JAKARTA - Satu dari sedikit tokoh Muhammadiyah yang mendapat sebutan atau panggilan kiai dari masyarakat adalah KH Ahmad Azhar Basyir. Dia merupakan ketua umum PP Muhammadiyah ke-11 yang menjabat pada 1990-1995.

Boleh dibilang Azhar Basyir adalah ”kiai terakhir” yang memimpin PP Muhammadiyah sejak didirikan KH Ahmad Dahlan pada 1912. Disebut terakhir karena ketua PP Muhammadiyah setelah Azhar Basyir lebih menonjol dengan rentetan gelar akademik.

Dikutip dari muhammadiyah.or.id, Ahmad Azhar Basyir lahir di Karangkajen, Yogyakarta pada 21 November 1928. Ayahnya, Muhammad Basyir adalah murid atau santri KH Hasyim Asy’ari, tokoh besar pendiri Nahdlatul Ulama (NU).

Secara khusus KH Hasyim Asyari mengutus Basyir untuk membantu KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah. Dari situlah Basyir berkenalan dengan pemikiran KH Ahmad Dahlan dan organisasi Muhammadiyah. Basyir pun melaksanakan tugas membantu KH Ahmad Dahlan sepanjang umurnya.

Baca juga: Beda Awal Puasa, Sekum PP Muhammadiyah Cuit soal Hilal dan Menteri Agama

Ini pula yang membuat Azhar Basyir memulai pendidikan di lingkungan Muhammadiyah. Dari Sekolah Rendah Muhammadiyah Suronatan, Yogyakarta, Azhar Basyir lantas nyantri di Madrasah Salafiyah, Ponpes Salafiyah Tremas, Pacitan, Jawa Timur. Setahun berselang, Azhar Basyir berpindah ke Madrasah Al-Fallah Kauman dan menyelesaikan pendidikan tingkat menengah pertamanya pada 1944.

Pendidikan lanjutan ditempuh Azhar Basyir di Madrasah Mubalighin III (Tabligh School) Muhammadiyah Yogyakarta yang diselesaikan dalam dua tahun. Sempat bergabung dengan kesatuan TNI Hizbullah pada masa revolusi, Azhar Basyir kembali melanjutkan pendidikan di Madrasah Menengah Tinggi Yogyakarta tahun 1949. Tamat tahun 1952, Azhar Basyir melanjutkan ke Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri Yogyakarta.

Di masa inlah, Azhar Basyir menjadi ketua Pemuda Muhammadiyah pertama ketika didirikan tahun 1954. Dua tahun berselang, posisinya sebagai ketua dikukuhkan kembali pada Muktamar Pemuda Muhammadiyah di Palembang tahun 1956.

Azhar Basyir lalu mendapat beasiswa di Universitas Baghdad, Irak. Dia mengambil Jurusan Sastra Fakultas Adab lalu melanjutkan studinya ke Fakultas Dar Al ‘Ulum Universitas Kairo, serta belajar Islamic Studies sampai meraih gelar master. Tesisnya berjudul Sistem Warisan di Indonesia, antara Hukum Adat dan Hukum Islam. Selama masa studinya di Irak dan Mesir, Azhar Basyir diangkat menjdi dosen di Universitas Gadjah Mada.

Sosok KH Azhar Basyir, ‘Kiai Terakhir’ Muhammadiyah Putra Santri Pendiri NU

Foto/ist

Di Muhammadiyah, karier Azhar Basyir dimulai sebagai juru tulis. Dia baru masuk jajaran Majelis Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah sampai 1985. Azhar Basyir menggantikan KH AR Fachruddin sebagai ketua umum PP Muhammadiyah pada Muktamar Ke-42 pada 1990.

Kepemimpinan Azhar Basyir disebut menandai era baru Muhammadiyah. Masa kepemimpinan Azhar Basyir disebut sebagai era transformasi kepemimpinan ulama menuju kepemimpinan intelektual. Di bawah kepemimpinannya, Muhammadiyah banyak bergerak lebih aktif dan dinamis.

Ini sesuai dengan etos atau semangat yang ditekankan Azhar Basyir sendiri. Menurut dia, Muhammadiyah juga menganut tasawuf, sebagaimana yang ditulis Buya Hamka dalam buku Tasauf Modern. Orang dapat saja melakukan kegiatan yang berorientasi dunia tanpa meninggalkan zikir.

Tak heran bila Muhammadiyah di bawah kepemimpinan Azhar Basyir intens memunculkan kajian mengurai berbagai persoalan keummatan dan pemikiran keislaman.



Pemimpin Sederhana

Seperti kebanyakan pemimpin Muhammadiyah, Azhar Basyir juga dikenal sebagai sosok yang sederhana dan bersahaja. Dia tak ingin posisi tingginya merepotkan banyak orang dan membuat bengkak anggaran.

Dikisahkan dalam buku Anekdot Tokoh-Tokoh Muhammdiyah (Nur Cholis Huda, 2012) yang dikutip dari laman pwmu.co, suatu ketika Azhar Basyir menghadiri acara salah satu Ranting di Panceng, Gresik, sekitar 50 kilometer dari Surabaya. Acara ternyata baru selesai leps tengah malam.

Panitia pun mengantar Azhar Basyir kembali ke Surabaya dan diinapkan di sebuah hotel di tengah kota. Tetapi sesampainya di hotel, Azhar Basyir bertanya.

Baca juga: Jejak Muhammadiyah Membantu Palestina

“Mengapa saya diinapkan di hotel? Apa sekarang sudah tidak ada warga Muhammadiyah yang rumahnya bersedia diinapi ketua PP,” tanya Azhar Basyir tersenyum.

Setelah dijawab bahwa niat panitia hanya menyediakan tempat istirahat yang nyaman dan bebas, Azhar Basyir kembali tersenyum.

“Kalau Ranting harus mengeluarkan biaya besar tiap kali pengajian, bisa mati pengajian di Ranting. Padahal, itu penting sekali. Pengajian di Ranting itu salah satu nafas kehidupan Persyarikatan,” katanya.

28 Juni 1994, Kiai Azhar Basyir wafat pada usia 66 tahun setelah dirawat di RSUP dr. Sarjito, Yogyakarta karena mengalami radang usus, gula, komplikasi jantung. Dia Dimakamkan di pemakaman umum Karangkajen, Yogyakarta.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kader Muhammadiyah Uji...
Kader Muhammadiyah Uji Penetapan Awal Bulan Hijriah oleh Menag ke MK
Halaqoh Kiai Muda NU...
Halaqoh Kiai Muda NU Soroti Kepemimpinan di PBNU
Kiai NU: Penjaga Tradisi...
Kiai NU: Penjaga Tradisi atau Agen Kultural?
Muktamar XIX Pemuda...
Muktamar XIX Pemuda Muhammadiyah, Affandi Komitmen Tingkatkan Kapasitas Intelektual
Tanwir II Pemuda Muhammadiyah...
Tanwir II Pemuda Muhammadiyah Dorong Kader Rebut Ruang Strategis Bangsa
Lembaga Falakiyah PBNU...
Lembaga Falakiyah PBNU Rilis Data Hilal, Iduladha Berpotensi Serentak 27 Mei 2026
Gus Zainul Arifin, Kiai...
Gus Zainul Arifin, Kiai Muda yang Hadirkan Dakwah Modern Tanpa Tinggalkan Tradisi
Pengacara Santriwati...
Pengacara Santriwati Korban Pencabulan di Pati Tolak Disogok Rp400 Juta untuk Cabut Laporan
Modus Kiai Ponpes Pati...
Modus Kiai Ponpes Pati Cabuli Santriwati Terungkap: Dalih Hilangkan Penyakit hingga Kekerasan
Rekomendasi
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
Kang Cucun Gelar Pasar...
Kang Cucun Gelar Pasar Murah di Desa Ciheulang Ciparay
Syiar Islam Harus Dekat...
Syiar Islam Harus Dekat dengan Masyarakat
Berita Terkini
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Ditegur Delegasi Belanda...
Ditegur Delegasi Belanda karena Merokok saat KMB, Jawaban Agus Salim Ini Membuat Mereka Terdiam
ART asal Indonesia Dianiaya...
ART asal Indonesia Dianiaya di Malaysia, DPR Minta Kemlu Lobi agar Pelaku Dihukum Berat
Said Didu: Jangan Juga...
Said Didu: Jangan Juga Semua Orang Kritis Ditakut-takuti
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Infografis
Muhammadiyah Masuk 10...
Muhammadiyah Masuk 10 Organisasi Keagamaan Terkaya di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved