Tak Ingin seperti Ukraina-Rusia, Rekrutmen Kader PDIP Perhitungkan Semua Aspek
Rabu, 22 Juni 2022 - 22:04 WIB
loading...
PDIP dalam merekrut kader, dilakukan dengan memperhitungkan sejumlah aspek. Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP, Hasto Kristiyanto. Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - PDIP dalam merekrut kader, dilakukan dengan memperhitungkan sejumlah aspek. Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP, Hasto Kristiyanto.
Hasto menjelaskan memperhitungan sejumlah aspek tersebut karena berkaca dari keputusan konflik Ukraina dengan Rusia. Pasalnya, kader tersebut kelak akan menjadi pemimpin.
Baca juga: Wasekjen PDIP Sangkal Partai Kucilkan Ganjar Pranowo
"Terkait pemimpin, kalau salah mengambil keputusan itu bayangkan seperti Ukraina. (Mereka) hanya dikedepankan aspek geopolitik, tidak melihat aspek historis. Akhirnya memicu persoalan dengan Rusia," ujar Hasto di Rakernas II PDIP, di Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (22/6/2022).
Baca juga: Masinton Tegaskan Capres PDIP Bukan Ditentukan Projo
Hasto menjelaskan, jika saja Ukraina mau menerapkan pola metode seperti Demokrasi Pancasila, persoalan konflik mereka dengan Rusia dapat dibahas secara bersama-sama.
"Bagaimana agar Rusia tidak tersinggung, bagaimana Barat merasa nyaman, itulah pemimpin, sehingga yang kami cari sosok yang menentukan masa depan bangsa dan negara," jelasnya.
Hasto menjelaskan memperhitungan sejumlah aspek tersebut karena berkaca dari keputusan konflik Ukraina dengan Rusia. Pasalnya, kader tersebut kelak akan menjadi pemimpin.
Baca juga: Wasekjen PDIP Sangkal Partai Kucilkan Ganjar Pranowo
"Terkait pemimpin, kalau salah mengambil keputusan itu bayangkan seperti Ukraina. (Mereka) hanya dikedepankan aspek geopolitik, tidak melihat aspek historis. Akhirnya memicu persoalan dengan Rusia," ujar Hasto di Rakernas II PDIP, di Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (22/6/2022).
Baca juga: Masinton Tegaskan Capres PDIP Bukan Ditentukan Projo
Hasto menjelaskan, jika saja Ukraina mau menerapkan pola metode seperti Demokrasi Pancasila, persoalan konflik mereka dengan Rusia dapat dibahas secara bersama-sama.
"Bagaimana agar Rusia tidak tersinggung, bagaimana Barat merasa nyaman, itulah pemimpin, sehingga yang kami cari sosok yang menentukan masa depan bangsa dan negara," jelasnya.
Lihat Juga :