BNPT dan Al-Azhar Mesir Kerja Sama Perkuat Islam Moderat di Indonesia
Rabu, 22 Juni 2022 - 20:09 WIB
loading...
Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar dan Jajaran saat bertemu delegasi Dewan Ulama Senior Al-Azhar Mesir Prof Hasan Shalah Al-Shagir, di Kantor BNPT, Jakarta, Selasa (21/6/2022). Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus melawan penyalahgunaan narasi agama dalam terorisme yang menciptakan stigma buruk terhadap agama Islam dan pemeluknya. Seperti memperkuat Islam yang moderat di Indonesia.
Untuk melawan narasi agama tersebut, BNPT bekerja sama dengan Al-Azhar Mesir. Kepala BNPT, Komjen Pol Boy Rafli Amar menjelaskan, kerja sama ini dibangun untuk membumikan ajaran agama yang moderat dan damai bagi seluruh umat.
Baca juga: BNPT Maksimalkan Program Unggulan Penanggulangan Terorisme
"Dikarenakan banyak korban dari penyalahgunaan narasi agama, salah satu strategi kami adalah menjalin kemitraan dengan tokoh-tokoh agama dalam memperkenalkan toleransi dalam berbangsa dan bernegara, menjadikan Islam yang rahmatan lil alamin," kata Boy Rafli saat bertemu dengan delegasi Al-Azhar , Mesir, Selasa (21/6/2022).
Langkah BNPT ini pun diapresiasi Robi Nurhadi, Wakil Sekretaris Komisi Pengkajian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, yang juga pengajar Hubungan Internasional FISIP Universitas Nasional.
Untuk melawan narasi agama tersebut, BNPT bekerja sama dengan Al-Azhar Mesir. Kepala BNPT, Komjen Pol Boy Rafli Amar menjelaskan, kerja sama ini dibangun untuk membumikan ajaran agama yang moderat dan damai bagi seluruh umat.
Baca juga: BNPT Maksimalkan Program Unggulan Penanggulangan Terorisme
"Dikarenakan banyak korban dari penyalahgunaan narasi agama, salah satu strategi kami adalah menjalin kemitraan dengan tokoh-tokoh agama dalam memperkenalkan toleransi dalam berbangsa dan bernegara, menjadikan Islam yang rahmatan lil alamin," kata Boy Rafli saat bertemu dengan delegasi Al-Azhar , Mesir, Selasa (21/6/2022).
Langkah BNPT ini pun diapresiasi Robi Nurhadi, Wakil Sekretaris Komisi Pengkajian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, yang juga pengajar Hubungan Internasional FISIP Universitas Nasional.
Lihat Juga :