Program Ketahanan Pangan Di 10 Kabupaten ini Jangan Sampai Kendor
Rabu, 24 Juni 2020 - 15:31 WIB
loading...
A
A
A
Kegiatan dari gerakan ini, antara lain memantau dan memastikan kesiapan percepatan tanam Musim Tanam II tahun 2020. Khususnya, pengolahan lahan untuk pertanaman, penyiapan benih dan pupuk serta sarpras lainnya, pembiayaan pertanian melalui KUR, dan operasionalisasi alat dan mesin pertanian. Baca Juga: Anggaran Dipangkas, Kementan Konsisten Jaga Ketahanan Pangan.
Selain itu, juga memantau dan memastikan kesiapan cadangan beras tingkat provinsi dan kabupaten kota. Memastikan agar para PPL (Petugas Penyuluh Lapangan) mengkoordinasikan cadangan beras tingkat di desa. Serta ensosialisasikan gerakan diversifikasi pangan lokal dengan slogan "Indah, Bahagia dengan Makanan Lokal".
Antisipasi penurunan produksi peratnian khususnya bahan pangan (beras), sebenarnya bisa lebih difokuskan ke daerah-daerah yang selama ini jadi lumbung beras nasional. Berdasarkan perhitungan dari Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, ada 10 kabupaten di Indonesia yang menjadi produsen beras tertinggi di 2019. perhitungan produksi beras ini menggunakan data hasil Kerangka Sampling Area Badan Pusat Statistik (KSA BPS).
Kesepuluh kabupeten itu adalah:
Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Kabupaten ini memiliki luas panen padi 215,7 ribu hektar. Dari luas ini, diperoleh produksi padi 1,4 juta ton gabah kering giling (GKG), sementara produksi berasnya sebesar 790 ribu ton.
Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Luas panen padi di Kabupaten Karawang 185,8 ribu hektar. Dari lahan seluas itu dihasilkan produksi padi 1.1 juta ton GKG, sehingga diperoleh produksi beras 641 ribu ton.
Posisi ketiga ditempati oleh Kabupaten Subang, Jawa Barat. Luas lahan panen padi di kabupaten ini mencapai 156,3 ribu hektar, produksi padinya sebesar 943 ribu ton GKG dan produksi berasnya sebesar 541 ribu ton.
Di luar Pulau Jawa, ada Kabupaten Banyuasin , Provinsi Sumatera Selatan yang mampu memproduksi beras dalam jumlah melimpah. Banyuasin memiliki luas panen padi 208,6 ribu hektar, sehingga produksi padinya sebesar 905,8 ribu ton GKG dan produksi beras sebesar 519,7 ribu ton.
Selain itu, juga memantau dan memastikan kesiapan cadangan beras tingkat provinsi dan kabupaten kota. Memastikan agar para PPL (Petugas Penyuluh Lapangan) mengkoordinasikan cadangan beras tingkat di desa. Serta ensosialisasikan gerakan diversifikasi pangan lokal dengan slogan "Indah, Bahagia dengan Makanan Lokal".
Antisipasi penurunan produksi peratnian khususnya bahan pangan (beras), sebenarnya bisa lebih difokuskan ke daerah-daerah yang selama ini jadi lumbung beras nasional. Berdasarkan perhitungan dari Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, ada 10 kabupaten di Indonesia yang menjadi produsen beras tertinggi di 2019. perhitungan produksi beras ini menggunakan data hasil Kerangka Sampling Area Badan Pusat Statistik (KSA BPS).
Kesepuluh kabupeten itu adalah:
Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Kabupaten ini memiliki luas panen padi 215,7 ribu hektar. Dari luas ini, diperoleh produksi padi 1,4 juta ton gabah kering giling (GKG), sementara produksi berasnya sebesar 790 ribu ton.
Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Luas panen padi di Kabupaten Karawang 185,8 ribu hektar. Dari lahan seluas itu dihasilkan produksi padi 1.1 juta ton GKG, sehingga diperoleh produksi beras 641 ribu ton.
Posisi ketiga ditempati oleh Kabupaten Subang, Jawa Barat. Luas lahan panen padi di kabupaten ini mencapai 156,3 ribu hektar, produksi padinya sebesar 943 ribu ton GKG dan produksi berasnya sebesar 541 ribu ton.
Di luar Pulau Jawa, ada Kabupaten Banyuasin , Provinsi Sumatera Selatan yang mampu memproduksi beras dalam jumlah melimpah. Banyuasin memiliki luas panen padi 208,6 ribu hektar, sehingga produksi padinya sebesar 905,8 ribu ton GKG dan produksi beras sebesar 519,7 ribu ton.
Lihat Juga :