Koalisi PKB-PKS Kurang 7 Kursi, Parpol Ini Potensial Bergabung
Jum'at, 10 Juni 2022 - 14:26 WIB
loading...
A
A
A
Menurut pria yang akrab disapa Hensat ini, parpol yang bergabung bisa berasal dari parpol nonparlemen atau parpol yang sudah ada di parlemen. Yang kata Hensat, koalisi seperti ini perlu dihargai karena bisa menambah capres.
"Supaya nantinya itu kita bisa memiliki banyak pasangan yang tidak membuat kita mudah terpecah dan terpolarisasi," ujarnya.
Soal parpol apa saja yang berpotensi bergabung, pendiri lembaga riset KedaiKOPI ini melihat ada beberapa parpol potensial. Untuk parpol parlemen ada Partai Nasdem, Partai Demokrat bahkan PDIP. Sementara parpol nonparlemen ada Partai Perindo, PBB, dan PSI.
"Parpol yang berada di parlemen, masih ada Nasdem, Demokrat, PDIP juga, kan bisa saling join atau parpol nonparlemen yang elektabilitasnya tinggi seperti Partai Perindo, PBB, PSI. PSI agak susah sih, bahwa Perindo dan PBB mungkinlah," papar Hensat.
"Ya, tapi bila total semua nonparlemen digabung, totalnya bisa 7% kalau enggak salah," tutupnya.
"Supaya nantinya itu kita bisa memiliki banyak pasangan yang tidak membuat kita mudah terpecah dan terpolarisasi," ujarnya.
Soal parpol apa saja yang berpotensi bergabung, pendiri lembaga riset KedaiKOPI ini melihat ada beberapa parpol potensial. Untuk parpol parlemen ada Partai Nasdem, Partai Demokrat bahkan PDIP. Sementara parpol nonparlemen ada Partai Perindo, PBB, dan PSI.
"Parpol yang berada di parlemen, masih ada Nasdem, Demokrat, PDIP juga, kan bisa saling join atau parpol nonparlemen yang elektabilitasnya tinggi seperti Partai Perindo, PBB, PSI. PSI agak susah sih, bahwa Perindo dan PBB mungkinlah," papar Hensat.
"Ya, tapi bila total semua nonparlemen digabung, totalnya bisa 7% kalau enggak salah," tutupnya.
(maf)
Lihat Juga :