Disinggung Mimpinya soal Bung Karno, Megawati Menitikkan Air Mata
Senin, 06 Juni 2022 - 19:33 WIB
loading...
Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menitikkan air mata tatkala Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengungkap cerita mengenai mimpinya yang ingin agar Bung Karno diterima sewajarnya di Republik Indonesia. Foto/Tangkapan layar
A
A
A
JAKARTA - Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menitikkan air mata tatkala Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengungkap cerita mengenai mimpinya yang ingin agar Bung Karno diterima sewajarnya di Republik Indonesia. Peristiwa itu terjadi dalam sidang promosi terbuka Hasto Kristiyanto pada program Doktor Universitas Pertahanan (Unhan) RI, Senin (6/6/2022).
Menurut Hasto, Megawati merupakan bagian yang paling penting dalam disertasinya yang bertajuk Diskursus Pemikiran Geopolitik Soekarno dan Relevansinya terhadap Pertahanan Negara. “Dan yang terakhir yang paling penting adalah, pada Ibu Megawati Soekarnoputri. Saya teringat pada tahun 2008 saat itu di Buleleng, di pinggir pantai suasananya enak, suasananya sangat kontemplatif, saya bertanya kepada Ibu ‘apa mimpi Ibu Mega?’. Ini belum pernah saya ceritakan,” kata Hasto di Aula Merah Putih, Unhan RI di Kawasan IPSC-Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (6/6/2022).
“Ibu Mega diam sejenak lalu mengatakan, mimpi saya adalah agar Bung Karno diterima sewajarnya diterima di republik ini,” ungkapnya lagi yang membuat Mega menitikkan air mata.
Baca juga: Statusnya sebagai Anak Soekarno Sering Diungkit, Megawati: Saya Sebel Banget
Hasto menilai bahwa mimpi itu luar biasa, apalagi dari pengalaman Megawati yang mengatakan bahwa hidupnya bagaikan falsafah Jawa “cokro panggilingan”. Menjadi anak presiden, tinggal di istana, dan akibat peristiwa politik yang tidak jelas kebenarannya sampai sekarang menjadi rakyat biasa, dan tidak membawa apa-apa.
Bahkan, Bung Karno tidak tahu berapa gajinya dan dari mana dana pensiunnya. “Kita tahu apa yang terjadi pada Bung Karno, suatu ketika tanpa proses yang jelas Bu Mega menengok Bung Karno membawa ransum makanan, mau dikasihkan ke proklamator yang telah berjuang sejak 16 tahun, keluar masuk penjara dengan penuh keyakinan berjuang untuk kepentingan negara jauh lebih penting dari keluarga, makanan yang dibawa Ibu Mega ini diaduk-aduk dengan bayonet,” ungkap Hasto.
Menurut Hasto, Megawati merupakan bagian yang paling penting dalam disertasinya yang bertajuk Diskursus Pemikiran Geopolitik Soekarno dan Relevansinya terhadap Pertahanan Negara. “Dan yang terakhir yang paling penting adalah, pada Ibu Megawati Soekarnoputri. Saya teringat pada tahun 2008 saat itu di Buleleng, di pinggir pantai suasananya enak, suasananya sangat kontemplatif, saya bertanya kepada Ibu ‘apa mimpi Ibu Mega?’. Ini belum pernah saya ceritakan,” kata Hasto di Aula Merah Putih, Unhan RI di Kawasan IPSC-Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (6/6/2022).
“Ibu Mega diam sejenak lalu mengatakan, mimpi saya adalah agar Bung Karno diterima sewajarnya diterima di republik ini,” ungkapnya lagi yang membuat Mega menitikkan air mata.
Baca juga: Statusnya sebagai Anak Soekarno Sering Diungkit, Megawati: Saya Sebel Banget
Hasto menilai bahwa mimpi itu luar biasa, apalagi dari pengalaman Megawati yang mengatakan bahwa hidupnya bagaikan falsafah Jawa “cokro panggilingan”. Menjadi anak presiden, tinggal di istana, dan akibat peristiwa politik yang tidak jelas kebenarannya sampai sekarang menjadi rakyat biasa, dan tidak membawa apa-apa.
Bahkan, Bung Karno tidak tahu berapa gajinya dan dari mana dana pensiunnya. “Kita tahu apa yang terjadi pada Bung Karno, suatu ketika tanpa proses yang jelas Bu Mega menengok Bung Karno membawa ransum makanan, mau dikasihkan ke proklamator yang telah berjuang sejak 16 tahun, keluar masuk penjara dengan penuh keyakinan berjuang untuk kepentingan negara jauh lebih penting dari keluarga, makanan yang dibawa Ibu Mega ini diaduk-aduk dengan bayonet,” ungkap Hasto.
Lihat Juga :