Lima Provinsi Alami Kenaikan Kasus Corona Cukup Signifikan
Selasa, 23 Juni 2020 - 17:10 WIB
loading...
A
A
A
"Banten 9 kasus baru dengan 13 sembuh. Kemudian Sumatera Barat 5 kasus baru dengan 20. Jambi 2 kasus baru dengan 20 sembuh. Maluku satu kasus baru dan 4 sembuh. Kalimantan Utara tidak ada penambahan kasus namun melaporkan 10 kasus sembuh. Bangka Belitung juga demikian," jelas Yuri.
Yuri mengatakan, secara keseluruhan ada 18 provinsi dengan penambahan di bawah 10 kasus. "Dan kemudian 8 provinsi yang hari ini tidak melaporkan kasus sama sekali. Akumulasi kasus sembuh pada hari ini adalah 506 orang, sehingga totalnya menjadi 19.241. Sementara 35 orang dilaporkan meninggal dan totalnya menjadi 2.535 orang," ujarnya.
Sebagian kasus yang didapatkan hari ini, kata Yuri sebagian besar adalah dari hasil kontak tracing yang dilaksanakan secara agresif. "Disertai dengan pemeriksaan tes secara lebih masif pada kasus-kasus yang kita temukan di kontak tracing," ungkapnya.
Kontak tracing ini kata Yuri, yang menjadi penting terutama untuk daerah-daerah yang masih menunjukkan penambahan kasus yang cukup tinggi. "Atau rata-rata kasus berjumlah per 100 ribu penduduknya masih cukup tinggi. Harus kita lakukan kontak tracing dengan lebih agresif, dilanjutkan dengan melaksanakan pemeriksaan yang lebih masif," jelasnya.
Dari kontak tracing ini juga mendapatkan kasus Orang Dalam Pemantauan sebanyak 35.983 orang. Sementara itu, Pasien Dalam Pengawasan sebanyak 13.348 orang. "Ini yang kita lakukan. Sehingga pada hari ini pun juga masih di laporkan kasus ODP yang masih dipantau sebanyak 35.938 orang. Dan kasus PDP yang dilakukan pengawasan sebanyak 13.348 orang," kata Yuri.
Yuri mengatakan, secara keseluruhan ada 18 provinsi dengan penambahan di bawah 10 kasus. "Dan kemudian 8 provinsi yang hari ini tidak melaporkan kasus sama sekali. Akumulasi kasus sembuh pada hari ini adalah 506 orang, sehingga totalnya menjadi 19.241. Sementara 35 orang dilaporkan meninggal dan totalnya menjadi 2.535 orang," ujarnya.
Sebagian kasus yang didapatkan hari ini, kata Yuri sebagian besar adalah dari hasil kontak tracing yang dilaksanakan secara agresif. "Disertai dengan pemeriksaan tes secara lebih masif pada kasus-kasus yang kita temukan di kontak tracing," ungkapnya.
Kontak tracing ini kata Yuri, yang menjadi penting terutama untuk daerah-daerah yang masih menunjukkan penambahan kasus yang cukup tinggi. "Atau rata-rata kasus berjumlah per 100 ribu penduduknya masih cukup tinggi. Harus kita lakukan kontak tracing dengan lebih agresif, dilanjutkan dengan melaksanakan pemeriksaan yang lebih masif," jelasnya.
Dari kontak tracing ini juga mendapatkan kasus Orang Dalam Pemantauan sebanyak 35.983 orang. Sementara itu, Pasien Dalam Pengawasan sebanyak 13.348 orang. "Ini yang kita lakukan. Sehingga pada hari ini pun juga masih di laporkan kasus ODP yang masih dipantau sebanyak 35.938 orang. Dan kasus PDP yang dilakukan pengawasan sebanyak 13.348 orang," kata Yuri.
(maf)
Lihat Juga :