Zero Emission di 2060, Pemanasan Global Jadi Tanggung Jawab Bersama
Jum'at, 03 Juni 2022 - 22:04 WIB
loading...
A
A
A
Dalam acara yang dipandu Wakil Sekretaris Jendral DPP Garda Pemuda NasDem, Duwi Pratiwi sebagai Moderator itu juga menghadirkan Wakil Ketua Dewan Pakar NasDem, Pieter F Gontha sebagai pembicara penutup.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arifin Tasrif menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi sumberdaya energi terbarukan yang cukup besar. Dibutuhkan teknologi dan investasi besar dalam menggarap potensi tersebut. Pihaknya pun terus melakukan upaya berkelanjutan agar Indonesia mencapai zero emission di 2060.
"Kebijakan presiden untuk hilirisasi energi adalah kebijakan yang jitu. Sehingga ke depan kita tidak lagi menjual mentah tapi diolah dalam negeri untuk menjamin transisi energi dan berkontribusi pada dunia," jelasnya.
Deputi Bidang Kemaritiman dan SDA BAPPENAS, Arifin Rudiyanto mengupas cita-cita mencapai zero emission terus diupayakan dantaranya melalui perencanaan dan pembangunan rendah karbon, penanganan limbah dan pengembangan ekonomi hijau.
Menurut dia, Indonesia sampai hari ini masih bergantung kepada fosil sebagai energi utama. Padahal kedepannya kebutuhan akan semakin meningkat sehingga perlu perencanaan yang terampil agar semakin efisien.
"Bappenas terus melakukan skenario-skenario guna mencapai net zero emission di tahun 2060. Kita menghadapi tantangan seperti besarnya investasi yang dibutuhkan, hingga adanya risiko dan kebutuhan akan transfer teknologi," kata dia.
Kemudian Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eddy Soeparno menuturkan energi merupakan aset dan isu strategis dunia. Kondisi itu membutuhkan jaminan ketersediaan distribusi dan harga yang terjangkau dari sumber energi.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arifin Tasrif menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi sumberdaya energi terbarukan yang cukup besar. Dibutuhkan teknologi dan investasi besar dalam menggarap potensi tersebut. Pihaknya pun terus melakukan upaya berkelanjutan agar Indonesia mencapai zero emission di 2060.
"Kebijakan presiden untuk hilirisasi energi adalah kebijakan yang jitu. Sehingga ke depan kita tidak lagi menjual mentah tapi diolah dalam negeri untuk menjamin transisi energi dan berkontribusi pada dunia," jelasnya.
Deputi Bidang Kemaritiman dan SDA BAPPENAS, Arifin Rudiyanto mengupas cita-cita mencapai zero emission terus diupayakan dantaranya melalui perencanaan dan pembangunan rendah karbon, penanganan limbah dan pengembangan ekonomi hijau.
Menurut dia, Indonesia sampai hari ini masih bergantung kepada fosil sebagai energi utama. Padahal kedepannya kebutuhan akan semakin meningkat sehingga perlu perencanaan yang terampil agar semakin efisien.
"Bappenas terus melakukan skenario-skenario guna mencapai net zero emission di tahun 2060. Kita menghadapi tantangan seperti besarnya investasi yang dibutuhkan, hingga adanya risiko dan kebutuhan akan transfer teknologi," kata dia.
Kemudian Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eddy Soeparno menuturkan energi merupakan aset dan isu strategis dunia. Kondisi itu membutuhkan jaminan ketersediaan distribusi dan harga yang terjangkau dari sumber energi.