Politik Jalan Tengah Islam Rahmatan Lil Alamin
Jum'at, 03 Juni 2022 - 16:56 WIB
loading...
A
A
A
Pilihan untuk tetap konsisten memperjuangankan Islam rahmatan lil alamin tentu tidak lahir secara tiba-tiba dan muncul dari ruang hampa. Ia lahir lewat pergulatan sejarah yang membentuknya. Konsep Islam rahmatan lil alamin secara nyata terajawantah dalam paham ahlussunah wal jama’ah (aswaja) yang jelas mempunyai akar sejarah panjang dalam kelahirannya.
Sejak kelahiran bangsa ini, konsep aswaja yang mengedepankan Islam yang rahmatan lil ‘alamin secara konsisten mengusung konsep Islam yang mengedepankan nilai kedamaian, harmoni, dan kasih sayang. Konsep ini bisa menunjukkan sikap moderat serta toleran ketika berhadapan dengan arus peradaban umat manusia yang berbeda aliran, paham, dan bahkan agama sekalipun.
Atas dasar itulah, peneguhan Islam rahmatan lil alamin yang diejawantahkan dalam praktik politik kebangsaan mempunyai peran besar untuk tetap membingkai bangsa ini berada pada khittahnya, yakni sebuah nilai untuk terus berpegang teguh pada karakter dan nilai-nilai keindonesian sesuai dengan lokalitas, budaya serta tradisi yang melingkupinya dengan tetap berwawasan global.
Dalam praktik bernegara, sudah saatnya partai politik harus mampu mengambil peran-peran strategis dalam kemajuan bangsa. Partai politik harus mampu menangkap peluang dan tantangan serta menggerakkan pikiran dan tindakan nyata bagi transformasi kehidupan berbangsa jauh ke depan. Transformasi harus benar-benar bisa dilakukan sebuah partai untuk melakukan terobosan di tengah berbagai sendi kehidupan sosial, ekonomi, politik dan budaya yang saat ini tampak begitu kedodoran.
Politik jalan tengah Islam rahmatan lil alamin diharapan mampu menjadi landasan moral dan etis bagi bangsa ini dalam menyelesaikan masalah kesejahteraan, pertumbuhan ekonomi, ketimpangan dan kesenjangan, serta kemajemukan budaya bangsa.
Baca berita selengkapnya di e-paper koran-sindo.com
Sejak kelahiran bangsa ini, konsep aswaja yang mengedepankan Islam yang rahmatan lil ‘alamin secara konsisten mengusung konsep Islam yang mengedepankan nilai kedamaian, harmoni, dan kasih sayang. Konsep ini bisa menunjukkan sikap moderat serta toleran ketika berhadapan dengan arus peradaban umat manusia yang berbeda aliran, paham, dan bahkan agama sekalipun.
Atas dasar itulah, peneguhan Islam rahmatan lil alamin yang diejawantahkan dalam praktik politik kebangsaan mempunyai peran besar untuk tetap membingkai bangsa ini berada pada khittahnya, yakni sebuah nilai untuk terus berpegang teguh pada karakter dan nilai-nilai keindonesian sesuai dengan lokalitas, budaya serta tradisi yang melingkupinya dengan tetap berwawasan global.
Dalam praktik bernegara, sudah saatnya partai politik harus mampu mengambil peran-peran strategis dalam kemajuan bangsa. Partai politik harus mampu menangkap peluang dan tantangan serta menggerakkan pikiran dan tindakan nyata bagi transformasi kehidupan berbangsa jauh ke depan. Transformasi harus benar-benar bisa dilakukan sebuah partai untuk melakukan terobosan di tengah berbagai sendi kehidupan sosial, ekonomi, politik dan budaya yang saat ini tampak begitu kedodoran.
Politik jalan tengah Islam rahmatan lil alamin diharapan mampu menjadi landasan moral dan etis bagi bangsa ini dalam menyelesaikan masalah kesejahteraan, pertumbuhan ekonomi, ketimpangan dan kesenjangan, serta kemajemukan budaya bangsa.
Baca berita selengkapnya di e-paper koran-sindo.com
(bmm)
Lihat Juga :