Politik Jalan Tengah Islam Rahmatan Lil Alamin
Jum'at, 03 Juni 2022 - 16:56 WIB
loading...
A
A
A
Gerakan Wahabi, Hizbut Tahrir, dan Ikhwanul Muslimin adalah representasi dari ideologi Islam global yang terus menerus menyebarkan organisasinya ke seluruh penjuru negara; tidak hanya negara-negara Muslim di Timur Tengah dan Asia Tenggara, tetapi juga negara-negara Eropa dan Amerika. Apa yang mereka lakukan adalah merekrut anggota baru, mengubah keyakinan masyarakat, dan memperjuangkan agenda-agenda mereka.
Di tengah pertarungan ideologi, gerakan-gerakan dengan corak moderat dan selalu mengakomodasi lokalitas-baik ormas maupun partai politik-justru tampak kedodoran menghadapi maraknya gerakan keagamaan yang secara terang-terangan mengarahkan bandul pendulumnya ke kanan.
Masyarakat pun tampak cenderung memilih pilihan yang tegas. Peristiwa aksi 411 dan 212 atas nama pembelaan penistaan agama beberapa waktu lalu adalah bukti nyata bagaimana gerakan keagamaan harus mampu lebih progresif dan jelas memposisikan dirinya.
Masyarakat pun tampak mulai menimbang kembali sikap moderatisme keagamaan yang gamang bersikap atas berbagai peristiwa soal keagamaan yang terjadi di Tanah Air.
Tesis ini mungkin tampak terlalu dini. Tetapi fenomena besar itu setidaknya menunjukkan bahwa gerakan keagamaan dengan posisi yang jelas, apapun bentuknya, tampak sedang menemukan panggung dan momentumnya.
Merefleksi semua itu, menjadi amat penting untuk kembali memberi peneguhan akan komitmen nilai-nilai kebangsaan yang akhir-akhir ini mulai terkoyak dan tercederai. Persis di titik itulah pentingnya meneguhkan kembali nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin dengan pemaknaan yang progresif dan visioner sebagai jalan tengah dan garda depan yang akan mengawal keindonesiaan dalam bingkai kemajemukan.
Spirit dan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin tersebut harus menjiwai dan menjadi ruh dalam gerak politik, praktik kenegaraan, maupun praktik keberagamaan di Tanah Air. Islam rahmatan lil alamin adalah sebuah konsep dimana kehadiran Islam di tengah kehidupan masyarakat mampu mewujudkan kedamaian dan kasih sayang bagi umat manusia.
Konsep tersebut ingin menunjukkan bahwa Islam hadir untuk memberi jalan terang bagi kemaslahatan umat manusia, dalam seluruh lini perjuangan, tanpa memandang latar belakang agama, suku, ras dan golongan. Itulah sejatinya inti dan ruh politik rahmatan lil ‘alamin yang harus selalu diteguhkan di tengah polarisasi, gesekan, serta sentimen berbagai kelompok di masyarakat.
Di tengah pertarungan ideologi, gerakan-gerakan dengan corak moderat dan selalu mengakomodasi lokalitas-baik ormas maupun partai politik-justru tampak kedodoran menghadapi maraknya gerakan keagamaan yang secara terang-terangan mengarahkan bandul pendulumnya ke kanan.
Masyarakat pun tampak cenderung memilih pilihan yang tegas. Peristiwa aksi 411 dan 212 atas nama pembelaan penistaan agama beberapa waktu lalu adalah bukti nyata bagaimana gerakan keagamaan harus mampu lebih progresif dan jelas memposisikan dirinya.
Masyarakat pun tampak mulai menimbang kembali sikap moderatisme keagamaan yang gamang bersikap atas berbagai peristiwa soal keagamaan yang terjadi di Tanah Air.
Tesis ini mungkin tampak terlalu dini. Tetapi fenomena besar itu setidaknya menunjukkan bahwa gerakan keagamaan dengan posisi yang jelas, apapun bentuknya, tampak sedang menemukan panggung dan momentumnya.
Merefleksi semua itu, menjadi amat penting untuk kembali memberi peneguhan akan komitmen nilai-nilai kebangsaan yang akhir-akhir ini mulai terkoyak dan tercederai. Persis di titik itulah pentingnya meneguhkan kembali nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin dengan pemaknaan yang progresif dan visioner sebagai jalan tengah dan garda depan yang akan mengawal keindonesiaan dalam bingkai kemajemukan.
Spirit dan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin tersebut harus menjiwai dan menjadi ruh dalam gerak politik, praktik kenegaraan, maupun praktik keberagamaan di Tanah Air. Islam rahmatan lil alamin adalah sebuah konsep dimana kehadiran Islam di tengah kehidupan masyarakat mampu mewujudkan kedamaian dan kasih sayang bagi umat manusia.
Konsep tersebut ingin menunjukkan bahwa Islam hadir untuk memberi jalan terang bagi kemaslahatan umat manusia, dalam seluruh lini perjuangan, tanpa memandang latar belakang agama, suku, ras dan golongan. Itulah sejatinya inti dan ruh politik rahmatan lil ‘alamin yang harus selalu diteguhkan di tengah polarisasi, gesekan, serta sentimen berbagai kelompok di masyarakat.
Lihat Juga :