Mahfud MD Ingatkan Pentingnya Moderasi Beragama

Rabu, 01 Juni 2022 - 04:28 WIB
loading...
Mahfud MD Ingatkan Pentingnya Moderasi Beragama
Menko Polhukam Mahfud MD turut hadir dalam penganugerahan gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) di bidang moderasi beragama kepada Mantan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin. Foto/ist
A A A
JAKARTA - Menko Polhukam Mahfud MD turut hadir dalam penganugerahan gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) di bidang moderasi beragama kepada Mantan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin. Acara digelar di Auditorium Harun Nasution di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Dalam kesempatannya, Mahfud MD memberikan pesan kepada Lukman Hakim Saifuddin. "Selamat kepada Mas Lukman, saya menyempatkan diri hadir, selain Mas Lukman sebagai sahabat tapi memang materi penganugerahan Doktor Honoris Causa bidang moderasi beragama ini penting, yaitu menyangkut masalah Islam wasathiah," ujar Mahfud dalam keterangannya, Selasa (31/5/2022).

Gelar moderasi beragama dinilai menjadi semakin penting apalagi untuk Indonesia. Mengingat, Indonesia merupakan negara yang majemuk dengan beragam suku, agama, dan budaya.

Baca juga: Lukman Hakim Saifuddin Dianugerahi Dr HC dari UIN Jakarta



"Semuanya harus melaksanakan ajaran agamanya dengan baik, artinya meyakini bahwa agamanya masing-masing adalah agama yang paling benar dan agar tidak timbul konflik, bisa hidup dalam satu bangsa dan negara, maka harus memahami cara hidup moderasi beragama," kata Mahfud.

Pada kesempatan yang sama, mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus promotor Azyumardi Azra menilai pemberian gelar Doktor Honoris Causa pada Lukman Hakim Saifuddin merupakan langkah strategis untuk menegaskan kembali sikap dan keberpihakan civitas akademika.

Sementara itu, Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, Indonesia adalah negara dengan tingkat keberagaman yang tinggi. Menurutnya, keberagaman selain menjadi ciri keindonesiaan, keberagaman religiositas juga menjadi faktor sangat penting sebagai penanda kekhasan Indonesia.

"Relasi agama dan negara juga bersifat checks and balances, saling mengimbangi dan saling mengontrol. Sehingga jangan sampai terjadi praktik-praktik mayoritarianism, dimana yang merasa mayoritas dari sisi pemeluk agama, lalu bersikap atau berperilaku semena-mena dan sewenang-wenang, sehingga merugikan kelompok minoritas," kata Lukman di hadapan sejumlah tokoh dan civitas akademika UIN Jakarta.
(rca)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2618 seconds (11.210#12.26)