AP2LN: Setiap Tahun Jepang Serap 40.000 Peserta Magang dari Indonesia
Selasa, 31 Mei 2022 - 20:51 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Budiyanto, DPP AP2LN selalu berupaya memberi layanan terbaik kepada para anggota dengan bersinergi dengan beberapa pihak seperti maskapai Garuda Indonesia untuk layanan penerbangan bagi para peserta, Bank BNI untuk layanan pembiayaan peserta melalui fasilitas KUR yang saat ini sedang kita jajaki, bahkan di tahun ini AP2LN akan membuka kantor perwakilan di Jepang.
"Khusus untuk pembukaan kantor perwakilan AP2LN di Jepang merupakan suatu hal yang cukup krusial, karena dapat melayani permasalahan yang terjadi antara anggota AP2LN dengan AO (Accepting Organization) di Jepang. Selain itu juga dapat membuka peluang perluasan pasar penempatan bagi para peserta pemagangan dari Indonesia, di mana saat ini KBRI kita di Jepang belum memiliki atase ketenagakerjaan," tutur Budiyanto.
AP2LN berharap melalui kegiatan ini, semua para pemangku kepentingan (stakeholders) di dunia penempatan peserta pemagangan ke Jepang dapat selalu bersinergi untuk bertumbuh lebih kuat dalam menghasilkan sumber daya manusia yang unggul.
”AP2LN dan anggotanya tidak akan dapat berjalan sendiri tanpa dukungan dari pemerintah Indonesia, melalui Direktorat Binalavotas di Kemnaker RI dan pihak lainnya termasuk Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang merupakan kakak kandung dari para sending organization,” ucapnya.
P3MI bukanlah kompetitor dari SO dalam penempatan peserta pemagangan atau tenaga kerja (Specific Skill Workers/SSW) ke Jepang. Karena pemerintah Indonesia melalui Kemnaker dan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) telah menetapkan tugas, pokok dan fungsinya masing-masing. ”P3MI dan SO dapat saling mendukung untuk memenuhi kebutuhan SSW di Perusahaan Jepang yang sampai saat ini belum terpenuhi. Dan Kata kuncinya hanya satu bersinergi,” katanya.
"Khusus untuk pembukaan kantor perwakilan AP2LN di Jepang merupakan suatu hal yang cukup krusial, karena dapat melayani permasalahan yang terjadi antara anggota AP2LN dengan AO (Accepting Organization) di Jepang. Selain itu juga dapat membuka peluang perluasan pasar penempatan bagi para peserta pemagangan dari Indonesia, di mana saat ini KBRI kita di Jepang belum memiliki atase ketenagakerjaan," tutur Budiyanto.
AP2LN berharap melalui kegiatan ini, semua para pemangku kepentingan (stakeholders) di dunia penempatan peserta pemagangan ke Jepang dapat selalu bersinergi untuk bertumbuh lebih kuat dalam menghasilkan sumber daya manusia yang unggul.
”AP2LN dan anggotanya tidak akan dapat berjalan sendiri tanpa dukungan dari pemerintah Indonesia, melalui Direktorat Binalavotas di Kemnaker RI dan pihak lainnya termasuk Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang merupakan kakak kandung dari para sending organization,” ucapnya.
P3MI bukanlah kompetitor dari SO dalam penempatan peserta pemagangan atau tenaga kerja (Specific Skill Workers/SSW) ke Jepang. Karena pemerintah Indonesia melalui Kemnaker dan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) telah menetapkan tugas, pokok dan fungsinya masing-masing. ”P3MI dan SO dapat saling mendukung untuk memenuhi kebutuhan SSW di Perusahaan Jepang yang sampai saat ini belum terpenuhi. Dan Kata kuncinya hanya satu bersinergi,” katanya.
(cip)
Lihat Juga :