Kunjungi PGI, Jenderal Dudung Ingatkan Ancaman Perpecahan Bangsa oleh Gerakan Intoleran
Selasa, 31 Mei 2022 - 19:44 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Pencinta Habib Rizieq Apresiasi KSAD Dudung Bela Kepentingan Umat Islam
“Kita semua berharap Jenderal Dudung tidak ragu-ragu menghadapi kelompok-kelompok yang hendak menggeser Pancasila demi terciptanya rasa aman dan damai di seluruh pelosok Tanah Air,” harap Pendeta Gomar.
Dalam sambutannya, Jenderal Dudung mengungkapkan, kegiatan silaturahminya ke PGI Pusat sudah lama direncanakan dan menjadi prioritas untuk bersama-sama menyikapi fenomena yang terjadi sekarang, yaitu adanya berbagai macam ancaman internal yang dapat mengarah kepada perpecahan bangsa, seperti gerakan intoleran dan memunculkan budaya luar yang dianggap paling benar.
“Negara-negara Timur Tengah yang merupakan satu daratan bisa porak poranda karena ada yang menginginkan dan membuatnya jadi seperti itu. Negara Indonesia yang berpondasikan kebhinekaan dengan tiang persatuan dan kesatuan, serta beratapkan Negara Kesatuan Republik Indonesia, diharapkan akan tetap terjaga tidak mengalami nasib yang sama seperti yang terjadi di beberapa negara Timur Tengah,” ungkap Dudung.
Mantan Pangdam Jaya ini mengilustrasikan, kalau bangsa Indonesia dulu bisa bersatu menghadapi penjajah, atau saat ini bisa bersatu mendukung tim nasional sepak bola Indonesia berlaga melawan negara lain, mengapa sekarang tidak bisa bersatu menghadapi ancaman internal.
“Kita semua berharap Jenderal Dudung tidak ragu-ragu menghadapi kelompok-kelompok yang hendak menggeser Pancasila demi terciptanya rasa aman dan damai di seluruh pelosok Tanah Air,” harap Pendeta Gomar.
Dalam sambutannya, Jenderal Dudung mengungkapkan, kegiatan silaturahminya ke PGI Pusat sudah lama direncanakan dan menjadi prioritas untuk bersama-sama menyikapi fenomena yang terjadi sekarang, yaitu adanya berbagai macam ancaman internal yang dapat mengarah kepada perpecahan bangsa, seperti gerakan intoleran dan memunculkan budaya luar yang dianggap paling benar.
“Negara-negara Timur Tengah yang merupakan satu daratan bisa porak poranda karena ada yang menginginkan dan membuatnya jadi seperti itu. Negara Indonesia yang berpondasikan kebhinekaan dengan tiang persatuan dan kesatuan, serta beratapkan Negara Kesatuan Republik Indonesia, diharapkan akan tetap terjaga tidak mengalami nasib yang sama seperti yang terjadi di beberapa negara Timur Tengah,” ungkap Dudung.
Mantan Pangdam Jaya ini mengilustrasikan, kalau bangsa Indonesia dulu bisa bersatu menghadapi penjajah, atau saat ini bisa bersatu mendukung tim nasional sepak bola Indonesia berlaga melawan negara lain, mengapa sekarang tidak bisa bersatu menghadapi ancaman internal.
(cip)
Lihat Juga :