Pemerintah Harus Transparan soal Dana Ratusan Triliun untuk COVID-19

Selasa, 23 Juni 2020 - 09:20 WIB
loading...
Pemerintah Harus Transparan...
Pemerintah diminta transparan dalam penggunaan anggaran COVID-19 karena masyarakat dikenakan biaya dalam tes corona. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang juga Dosen Pasca Sarjana Universitas Indonesia, KH Cholil Nafis mempertanyakan anggaran ratusan triliun yang digunakan untuk penanganan virus corona ( COVID-19 ). Sebab anggaran yang juga berubah-ubah itu juga dipandang tak bisa membayar masyarakat yang ingin melakukan rapid test . Contohnya yang dialami para santri yang akan kembali ke pesantren.

Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie menganggap, kondisi ini berada di zona ketidakwajaran. Mengingat, dana yang digelontorkan pemerintah untuk menangani wabah ini cukup fantastis.

"Pemerintah harus transparan terkait dana ratusan triliun untuk COVID-19 . Jangan sampai anggaran ini ditilep oknum-oknum yang tak bermoral," kata Jerry saat dihubungi SINDOnews, Selasa (23/6/2020).(Baca juga: Anggaran Covid-19 Terus Berubah, Rapid Test Harus Bayar )

Untuk itu, Jerry menilai, pernyataan Jokowi yang bilang 'gigit' oknum yang korupsi dana COVID-19 kurang gereget. Seharusnya, Jokowi bilang diterkam jika ada oknum yang demikian. Ia khawatir, pernyataan Jokowi hanya lips service, tapi implementasi di lapangan tidak digubris oleh aparaturnya.

Dalam kondisi yang seperti ini, Jerry menganggap perlunya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hadir untuk mengawasi penggunaan dana COVID-19 . "Agar pemerintahan ini good and clean, maka anggaran COVID-19 perlu dibuka secara transparan ke publik. Lantaran ini akan bikin trusting atau kepercayaan kepada Jokowi semakin besar," katanya.(Baca juga: Jangan Jadikan Rapid Test Ladang Bisnis )
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Jokowi Segera...
Presiden Jokowi Segera Cabut Status Pandemi Covid-19
Menko PMK: Pasien Covid-19...
Menko PMK: Pasien Covid-19 Kini Ditanggung BPJS Kesehatan
SDGs Kesehatan dan Litbang
SDGs Kesehatan dan Litbang
Dokter Reisa Ungkap...
Dokter Reisa Ungkap Penyebab Kasus Covid-19 Naik Pesat
Kemenkes Minta Masyarakat...
Kemenkes Minta Masyarakat Waspadai Subvarian Baru Omicron
Menko PMK Sebut Covid-19...
Menko PMK Sebut Covid-19 Peringkat 14 Penyebab Kematian di Indonesia
Program Magang Berbayar...
Program Magang Berbayar Batch 2 Dibuka November, Jaring 80.000 Peserta
Satu Lagi Varian Baru...
Satu Lagi Varian Baru Virus Corona Bikin Was-was Ahli Kesehatan
8 Virus yang Berpotensi...
8 Virus yang Berpotensi Menyebabkan Pandemi, Ancaman bagi Kesehatan Global
Rekomendasi
OBATApps dan Dami Sariwana...
OBATApps dan Dami Sariwana Perkuat Kompetensi Mahasiswa Farmasi
Pendaftaran Akun KIP...
Pendaftaran Akun KIP Kuliah 2026 Masih Dibuka hingga 31 Oktober, Simak Caranya
Kemnaker Wajibkan Perusahaan...
Kemnaker Wajibkan Perusahaan Mitra MagangHub 2026 Terdaftar di WLKP
Berita Terkini
Sekolah Garuda, Asa...
Sekolah Garuda, Asa bagi Anak Cerdas Kurang Mampu Raih Masa Depan
Bupati Sukoharjo Etik...
Bupati Sukoharjo Etik Suryani Ditangkap KPK, PDIP Dukung Proses Hukum Berkeadilan
Prabowo: Banyak yang...
Prabowo: Banyak yang Nyusup ke MBG untuk Jadi Maling
Prabowo Minta Aparat...
Prabowo Minta Aparat Introspeksi Diri: Rakyat Tak Ingin Korupsi Dibiarkan!
Senapan Tentara Arab...
Senapan Tentara Arab Saudi Bakal Diproduksi PT Pindad, Prabowo: Senjata Kita Teruji
Polri Harus Bongkar...
Polri Harus Bongkar Aktor Intelektual dan Korporasi Dugaan Korupsi Batu Bara
Infografis
Respons Rusia soal Trump...
Respons Rusia soal Trump Telepon Putin untuk Akhiri Perang Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved