Kisah Hendropriyono Diuji Buya Syafii Maarif soal Terorisme, Hasilnya Bikin Salut!

Sabtu, 28 Mei 2022 - 15:21 WIB
loading...
A A A
Cerita yang diungkap Diaz dalam status instagram tersebut terjadi pada 25 Juli 2009. Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono mengikuti ujian terbuka Program Doktor Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta di Ruang Seminar Sekolah Pascasarjana lantai V.

Bertindak sebagai promotor dalam ujian tersebut adalah Prof Kaelan, Prof Lasiyo, dan Prof Djoko Suryo. Adapun selaku penguji yaitu Prof Dr R Soejadi, Prof Dr Syamsulhadi, Prof Dr Ahmad Syafii Maarif, Prof Koento Wibisono, dan Prof Mukhtasar Syamsuddin.

Dalam disertasi setebal 400 halaman, Hendropriyono mengupas masalah terorisme yang terjadi di Indonesia dan dunia yang dikaji melalui pendekatan analitik bahasa. ''Saya melakukan kajian dari filsafat bahasa. Bagaimana orang (teroris) itu ngomong, dari situ saya kita tahu apa yang dipikirkannya,'' kata Hendro, dikutip dari situs laman resmi UGM, Sabtu (28/5/2022).



Disaksikan sejumlah tamu undangan, termasuk sejumlah menteri, Hendro sangat percaya diri mengikuti ujian terbuka tersebut. Terlihat tokoh intelijen itu begitu rileks. Hal ini wajar mengingat sebagian besar kariernya bergulat dengan banyak hal yang mengancam keutuhan negara, salah satunya tindak pidana terorisme.

Tak mengherankan pula, alumnus Akademi Militer 1967 itu ringkas menjawab pertanyaan Buya Syafii Maarif. Cendekiawan muslim itu meminta Hendro menjelaskan tentang persepsi orang yang mengaitkan terorisme dengan Islam. ”Tolong jawab dengan singkat,” ujar Buya Syafii, dikutip dari tulisan berjudul Hendropriyono, Sang Doktor Filsafat.

”Singkatnya, mereka tidak paham Islam,” kata Hendra. Jawaban lugas ini pun disambut tepuk tangan membahana para tamu yang menyaksikan ujian tersebut. Begitu applaus mereda, Hendro menjawab panjang lebar pertanyaan Buya Syafii.

Ujian terbuka program S3 itu berlangsung lancar. Hendro akhirnya mengukir sejarah baru dalam rekam jejak akademiknya. Pria kelahiran Jogjakarta yang juga pernah menjabat menteri transmigrasi dan pemukiman perambah hutan itu lulus dengan pencapaian top.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kader Muhammadiyah Uji...
Kader Muhammadiyah Uji Penetapan Awal Bulan Hijriah oleh Menag ke MK
Maarif Institute Ajak...
Maarif Institute Ajak Publik Meneladani Buya Syafii melalui Pentas Budaya
Muktamar XIX Pemuda...
Muktamar XIX Pemuda Muhammadiyah, Affandi Komitmen Tingkatkan Kapasitas Intelektual
Tanwir II Pemuda Muhammadiyah...
Tanwir II Pemuda Muhammadiyah Dorong Kader Rebut Ruang Strategis Bangsa
Lembaga Falakiyah PBNU...
Lembaga Falakiyah PBNU Rilis Data Hilal, Iduladha Berpotensi Serentak 27 Mei 2026
Muhammadiyah Iduladha...
Muhammadiyah Iduladha 27 Mei 2026, Pemerintah Sidang Isbat 17 Mei
Disertasi Doktoral Soroti...
Disertasi Doktoral Soroti Urgensi RUU Transfer Pricing untuk Perkuat Kepastian Hukum dan Penerimaan Negara
Dosen UIN Sunan Ampel:...
Dosen UIN Sunan Ampel: Dana Asing Tak Dilarang tapi Negara Wajib Mengawasi
Polda Riau Perkuat Kolaborasi...
Polda Riau Perkuat Kolaborasi Strategis dengan Polis Malaysia Tangani Narkoba hingga Terorisme
Rekomendasi
Gempa M 5,0 Guncang...
Gempa M 5,0 Guncang NTT, Tidak Berpotensi Tsunami
IFG Life Bayarkan Klaim...
IFG Life Bayarkan Klaim Asuransi Kredit Nasabah Bank Sulselbar
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Berita Terkini
Namanya Dicatut BEM...
Namanya Dicatut BEM Bersatu, FISIP Unas Tegaskan Tak Punya BEM Fakultas
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono...
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono di UGM Dibubarkan Mahasiswa, Foksi: Sungguh Menggelikan
Kontras Desak Polisi...
Kontras Desak Polisi Periksa Mantan Kabais dan 2 Terdakwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Ekologi adalah Kesehatan:...
Ekologi adalah Kesehatan: Ketika Dua Visi Besar Emil Salim dan Farid Moeloek Menjadi Keharusan Zaman
Pakar: Tanpa Bukti Kuat,...
Pakar: Tanpa Bukti Kuat, Penyebutan 26 Nama dalam Dugaan Korupsi MBG Bisa Berujung Pidana
PPATK Minta Tambahan...
PPATK Minta Tambahan Anggaran Rp516,4 M untuk Perkuat Pemberantasan TPPU
Infografis
Kisah Jalur KRL Jabodetabek,...
Kisah Jalur KRL Jabodetabek, Diawali Rute Tanjung Priok-Jatinegara Pada 1924
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved