Kisah Hendropriyono Diuji Buya Syafii Maarif soal Terorisme, Hasilnya Bikin Salut!

Sabtu, 28 Mei 2022 - 15:21 WIB
loading...
Kisah Hendropriyono Diuji Buya Syafii Maarif soal Terorisme, Hasilnya Bikin Salut!
Mantan Kepala BIN AM Hendropriyono pernah diuji Buya Syafii Maarif saat ujian disertasi mengenai terorisme di UGM. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kepergian Ketua Umum PP Muhammadiyah 1998-2005 KH Ahmad Syafii Maarif pada Jumat (27/5/2022) meninggalkan duka mendalam bagi bangsa. Ucapan belasungkawa dan doa mengalir deras dari keluarga, sahabat, kolega, para tokoh dan masyarakat luas.

Rasa kehilangan itu tidak saja terungkap di rumah duka dan sepanjang prosesi pemakaman, namun juga menghiasi berbagai platform media sosial. Salah satu yang turut menyampaikan duka cita itu yakni Staf Khusus Presiden Jokowi, Diaz Hendropriyono.

Melalui unggahan di akun Istagram, Diaz mengisahkan kenangan terhadap Buya Syafii Maarif. Dia juga mengungkap tentang momen ayahnya, Jenderal TNI (Purn) Abdullah Mahmud Hendropriyono, pernah diuji Buya Syafii.

Indonesia berduka! Kita baru saja kehilangan seorang tokoh kebangsaan dan kemanusiaan. Kebetulan beliau juga adalah salah satu penguji disertasi ayah saya di UGM pada tahun 2009 yang lalu,” kata Diaz, dikutip Sabtu (28/5/2022).

Baca juga: Pemerintah Serukan Salat Gaib untuk Buya Syafii Maarif

Dalam unggahannya itu Diaz membagikan momen dirinya sowan Buya Syafii Maarif di kediamannya, Jogjakarta. Diaz terlihat mengenakan busana batik lengan panjang, sementara Buya tampak bersahaja dengan kemeja biru muda polos dipadu celana bahan abu-abu, serta mengenakan peci hitam.

Selamat jalan pak guru,” tutur Diaz, berduka.

Menguji Hendropriyono

Cerita yang diungkap Diaz dalam status instagram tersebut terjadi pada 25 Juli 2009. Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono mengikuti ujian terbuka Program Doktor Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta di Ruang Seminar Sekolah Pascasarjana lantai V.

Bertindak sebagai promotor dalam ujian tersebut adalah Prof Kaelan, Prof Lasiyo, dan Prof Djoko Suryo. Adapun selaku penguji yaitu Prof Dr R Soejadi, Prof Dr Syamsulhadi, Prof Dr Ahmad Syafii Maarif, Prof Koento Wibisono, dan Prof Mukhtasar Syamsuddin.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1565 seconds (11.210#12.26)