Arus Sungai Aare yang Deras dan Keruh Sulitkan Pencarian Putra Ridwan Kamil
Jum'at, 27 Mei 2022 - 17:59 WIB
loading...
Arus Sungai Aare yang deras dan keruh menyulitkan pencarian putra sulung Ridwan Kamil yang hilang, Emmeril Mumtadz. Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - Hilangnya putra sulung Ridwan Kamil Emmeril Mumtadz di Sungai Aare, Bern, belum mendapatkan titik terang. Poltabes Bern hingga kini terus melakukan pencarian.
”Sampai saat ini belum ketemu,” tutur Patrick Jean Humas Poltabes Bern lewat sambungan telepon dengan SINDOnews, Jumat (27/5/2022).
Patrick menjelaskan, kemarin ada laporan masuk bahwa tiga orang kesulitan di Sungai Aare. ”Dua perempuan bisa diselamatkan, satu laki laki terseret arus,” kata Patrick Jean.
Baca juga: Ini Kronologis Anak Ridwan Kamil Hilang di Sungai Aaree Swiss
Begitu mendapatkan laporan, Poltabes Bern langsung melakukan pencarian. ”Ada penyusuran sepanjang tepian sungai. Ada juga dengan boat,“ katanya.
Ketika ditanyakan pencarian melalui helikopter, Patrick menjelaskan belum dilakukan. "Airnya keruh dan tepian sungai juga banyak pepohonan," katanya.
Lokasi hilangnya korban, imbuh Patrick, berada di Schonausteg, jantung kota Bern. Dia tidak bisa memastikan kapan pencarian dihentikan. ”Tidak ada batas waktu tertentu. Lebih banyak tergantung alam. Kuatnya aliran sungai atau gelap tidaknya keadaan alam,” katanya.
”Sampai saat ini belum ketemu,” tutur Patrick Jean Humas Poltabes Bern lewat sambungan telepon dengan SINDOnews, Jumat (27/5/2022).
Patrick menjelaskan, kemarin ada laporan masuk bahwa tiga orang kesulitan di Sungai Aare. ”Dua perempuan bisa diselamatkan, satu laki laki terseret arus,” kata Patrick Jean.
Baca juga: Ini Kronologis Anak Ridwan Kamil Hilang di Sungai Aaree Swiss
Begitu mendapatkan laporan, Poltabes Bern langsung melakukan pencarian. ”Ada penyusuran sepanjang tepian sungai. Ada juga dengan boat,“ katanya.
Ketika ditanyakan pencarian melalui helikopter, Patrick menjelaskan belum dilakukan. "Airnya keruh dan tepian sungai juga banyak pepohonan," katanya.
Lokasi hilangnya korban, imbuh Patrick, berada di Schonausteg, jantung kota Bern. Dia tidak bisa memastikan kapan pencarian dihentikan. ”Tidak ada batas waktu tertentu. Lebih banyak tergantung alam. Kuatnya aliran sungai atau gelap tidaknya keadaan alam,” katanya.
Lihat Juga :