Menteri PPPA Apresiasi Daerah Fasilitasi Perempuan Jadi Pelaku UMKM
Minggu, 22 Mei 2022 - 19:00 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Ketua Dekranesda Kabupaten Trenggalek Novita Hardani Mochamad berharap Merayu Trenggalek Fashion Day 2022 di Museum Tekstil Jakarta dapat semakin memperkenalkan pesona Trenggalek sebagai lokal wisdom Jawa Timur sekaligus mendongkrak UMKM masyarakat.
Merayu Trenggalek Fashion Day merupakan annual event yang diselenggarakan setiap tahun. Tujuannya agar seluruh potensi daerah dan masyarakat Trenggalek, khususnya pelaku UMKM naik kelas, sehingga mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.
"Syukur alhamdulillah, puncak acara yakni fashion show yang diikuti oleh berbagai perancang busana nasional, di mana kain batik canting khas Trenggalek menjadi bahan baku utamanya, membuat decak kagum para pengunjung khususnya pencinta fashion Tanah Air yang datang dari berbagai daerah di Indonesia," kata Novita Hardini Mochamad.
Baca juga: Pesona Istri Bupati Trenggalek Saat Mencanting Batik di Museum Tekstil
Hampir sebagian besat batik khas Trenggalek, disulap menjadi busana cantik bergaya Belanda, di mana kain yang menjadi warisan budaya Tanah Air itu, tampak cantik dan anggun dipandang. Istri Bupati Trenggalek itu menyebut tidak berlebihan apabila kain batik yang dilukis canting oleh tangan-tangan perempuan Trenggalek, memiliki nilai lebih, mulai dari sisi keindahan, warna, kwalitas bahan kain yang digunakan, termasuk filosofi sejatinya batik Trenggalek.
Dengan menggunakan busana dari salah satu perancang Tanah Air, Novita ikut melantai di catwalk bersama para pragawan dan pragawati, untuk membuktikan betapa nyaman dan anggunnya menggunakan kain batik canting khas Trenggalek, sehingga siapa pun akan terpesona ketika memandangnya. Di sisi lain, hampir sebagian besar masyarakat dan pengunjung mengaku merasakan atmosfer baru nan teduh, yang berbeda dengan event fashion show lain yang pernah mereka hadiri.
Merayu Trenggalek Fashion Day merupakan annual event yang diselenggarakan setiap tahun. Tujuannya agar seluruh potensi daerah dan masyarakat Trenggalek, khususnya pelaku UMKM naik kelas, sehingga mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.
"Syukur alhamdulillah, puncak acara yakni fashion show yang diikuti oleh berbagai perancang busana nasional, di mana kain batik canting khas Trenggalek menjadi bahan baku utamanya, membuat decak kagum para pengunjung khususnya pencinta fashion Tanah Air yang datang dari berbagai daerah di Indonesia," kata Novita Hardini Mochamad.
Baca juga: Pesona Istri Bupati Trenggalek Saat Mencanting Batik di Museum Tekstil
Hampir sebagian besat batik khas Trenggalek, disulap menjadi busana cantik bergaya Belanda, di mana kain yang menjadi warisan budaya Tanah Air itu, tampak cantik dan anggun dipandang. Istri Bupati Trenggalek itu menyebut tidak berlebihan apabila kain batik yang dilukis canting oleh tangan-tangan perempuan Trenggalek, memiliki nilai lebih, mulai dari sisi keindahan, warna, kwalitas bahan kain yang digunakan, termasuk filosofi sejatinya batik Trenggalek.
Dengan menggunakan busana dari salah satu perancang Tanah Air, Novita ikut melantai di catwalk bersama para pragawan dan pragawati, untuk membuktikan betapa nyaman dan anggunnya menggunakan kain batik canting khas Trenggalek, sehingga siapa pun akan terpesona ketika memandangnya. Di sisi lain, hampir sebagian besar masyarakat dan pengunjung mengaku merasakan atmosfer baru nan teduh, yang berbeda dengan event fashion show lain yang pernah mereka hadiri.
Lihat Juga :