Rakernas KBPP Polri Resmi Ditutup, Ini Rekomendasinya
Minggu, 22 Mei 2022 - 18:31 WIB
loading...
Ketum KBPP Polri Evita Nursanty memberikan keterangan kepada media terkait Rakernas. FOTO/DOK.MPI
A
A
A
JAKARTA - Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Pol Suwondo Nainggolan resmi menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Keluarga Besar Putra-Putri (KBPP) Polri , Minggu (22/5/2022). Rakernas yang digelar di The Tribrata Darmawangsa Jakarta itu berlansung sejak Jumat (20/5/2022).
Rakernas kali ini menghasilkan program kerja, sosialisasi peraturan organisasi (PO), dan memperkenalkan aplikasi Kartu Tanda Anggota (KTA) dan database yang dinilai menjadi solusi bagi persoalan tata kelola keanggotaan KBPP Polri. Aplikasi ini resmi diluncurkan Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono pada saat pembukaan Rakernas.
Selama rakernas, hadir sejumlah narasumber memberikan pengarahan. Antara lain As SDM Kapolri Wahyu Widada yang membahas mengenai pentingnya sumber daya manusia, Kepala Satuan Tugas Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK Wuryono Prakoso yang memaparkan pencegahan tindak korupsi, dan Sestama BIN sekaligus Dewan Kehormatan KBPP Polri Komjen Pol Bambang Sunarwibowo yang membahas topik intoleransi, radikalisme, dan terorisme.
Baca juga: KBPP Polri Gelar Rakernas Penataan Organisasi, Ini Pesan Wakapolri
Pada hari terakhir, KBPP Polri membacakan rekomendasi berjudul 'Membangun Organisasi Integritas SDM yang Solid, Modern, Mandiri, dan Berwibawa di Era Globalisasi'. Dalam rekomendasinya, KBPP menyatakan bahwa dalam tekanan globalisasi, nilai yang tidak boleh berubah adalah Pancasila. Setiap masyarakat harus mampu mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam berbagai aktivitas kehidupan agar jati diri bangsa dapat terjaga secara berkelanjutan.
Globalisasi ternyata juga menimbulkan jumlah kemiskinan di dunia hampir 1 miliar, sehingga KBPP Polri berpendapat untuk mengatasinya perlu upaya peningkatan kualitas SDM Indonesia. Dibutuhkan pula ketahanan ideologi Pancasila, ketahanan pangan, energi, air, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kemampuan menjaga eksistensi NKRI dan jati diri bangsa.
Rakernas kali ini menghasilkan program kerja, sosialisasi peraturan organisasi (PO), dan memperkenalkan aplikasi Kartu Tanda Anggota (KTA) dan database yang dinilai menjadi solusi bagi persoalan tata kelola keanggotaan KBPP Polri. Aplikasi ini resmi diluncurkan Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono pada saat pembukaan Rakernas.
Selama rakernas, hadir sejumlah narasumber memberikan pengarahan. Antara lain As SDM Kapolri Wahyu Widada yang membahas mengenai pentingnya sumber daya manusia, Kepala Satuan Tugas Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK Wuryono Prakoso yang memaparkan pencegahan tindak korupsi, dan Sestama BIN sekaligus Dewan Kehormatan KBPP Polri Komjen Pol Bambang Sunarwibowo yang membahas topik intoleransi, radikalisme, dan terorisme.
Baca juga: KBPP Polri Gelar Rakernas Penataan Organisasi, Ini Pesan Wakapolri
Pada hari terakhir, KBPP Polri membacakan rekomendasi berjudul 'Membangun Organisasi Integritas SDM yang Solid, Modern, Mandiri, dan Berwibawa di Era Globalisasi'. Dalam rekomendasinya, KBPP menyatakan bahwa dalam tekanan globalisasi, nilai yang tidak boleh berubah adalah Pancasila. Setiap masyarakat harus mampu mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam berbagai aktivitas kehidupan agar jati diri bangsa dapat terjaga secara berkelanjutan.
Globalisasi ternyata juga menimbulkan jumlah kemiskinan di dunia hampir 1 miliar, sehingga KBPP Polri berpendapat untuk mengatasinya perlu upaya peningkatan kualitas SDM Indonesia. Dibutuhkan pula ketahanan ideologi Pancasila, ketahanan pangan, energi, air, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kemampuan menjaga eksistensi NKRI dan jati diri bangsa.
Lihat Juga :