Rapid Test Harus Bayar, Pengalokasikan Anggaran Corona Dipertanyakan

Senin, 22 Juni 2020 - 13:41 WIB
loading...
Rapid Test Harus Bayar,...
Pemerintah harus benar-benar menggunakan anggaran ratusan triliunan rupiah dem kepentingn masyarakat terkait penanganan pandemi virus Corona (Covid-19). Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis mempertanyakan anggaran ratusan triliun yang digunakan untuk penanganan virus Corona (covid-19).

Anggaran yang jumlahnya berubah-ubah itu juga dipandang sebagai ironi karena tidak bisa membayar masyarakat yang ingin melakukan rapid test Corona . Contohnya yang dialami para santri yang akan kembali ke Pesantren.

Direktur Indonesia Public Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah juga berpendapat sama. Dia juga mempertanyakan alasan pemerintah yang tetap membiarkan masyarakat membayar sendiri biaya rapid test. "Bisa saja negara yang gagal mengalokasikan anggaran, sekaligus gagal menertibkan praktik di lapangan," ujar Dedi kepada SINDOnews, Senin (22/6/2020).

Menurut Dedi, kondisi ini semakin menyakitkan masyarakat. Apalagi anggaran ratusan triliun itu tidak dapat dipertanggungjawabkan karena Perppu yang telah mennjadi undang-undang terkait penanganan Covid-19 memiliki imunitas hukum, sehingga membebaskan para pengguna anggaran untuk sewenang tanpa ada konsekuensi hukum.

"Barangkali, kondisi itulah wabah sesungguhnya," ujarnya.(Baca juga: Rapid Test Harus Bayar, KH Cholil Nafis: Kemana Uang Triliunan Rupiah Itu? )

Untuk itu, Dedi berharap pemerintah harus menegaskan kembali anggaran yang luar biasa besar itu harus digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat.

"Jangan ada kutipan berara pun kepada seluruh warga negara yang mengalami paparan Covid-19," katanya.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pandemi Covid-19 Dimanfaatkan...
Pandemi Covid-19 Dimanfaatkan Banyak Oknum karena Anggaran Melimpah
1.718.175 Orang Dites...
1.718.175 Orang Dites Corona, Satgas: 1.473.499 Dinyatakan Negatif
Cegah Penularan Covid-19,...
Cegah Penularan Covid-19, Sebanyak 24.000 Prajurit Marinir Ikuti Rapid Test
Jokowi Sebut Menterinya...
Jokowi Sebut Menterinya Terjebak Rutinitas, Nggak Tahu Prioritas
Penyerapan Anggaran...
Penyerapan Anggaran COVID-19 Belum Juga Optimal, Jokowi: Kesehatan Baru Terealisasi 7%
Sandiaga Uno Harap Pemerintah...
Sandiaga Uno Harap Pemerintah Alokasikan Anggaran Corona Tepat Sasaran
China Lakukan Tes Covid...
China Lakukan Tes Covid Massal pada 26 Juta Penduduk Shanghai
Fantastis, Berikut Daftar...
Fantastis, Berikut Daftar Negara dengan Anggaran Covid Terbesar di Dunia
Petugas Gabungan Tes...
Petugas Gabungan Tes Covid-19 di Terminal Kampung Melayu, Warganet: Mangga Besar Pak
Rekomendasi
Nikahi Jennifer Coppen,...
Nikahi Jennifer Coppen, Justin Hubner Berikan Mahar 12 Gram Emas dan Uang 2.026 Euro
Erick Thohir Terharu...
Erick Thohir Terharu Saksikan Pernikahan Justin Hubner dan Jennifer Coppen
Alwi Farhan Juara Australia...
Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, Indonesia Bawa Pulang 1 Gelar dan 2 Runner Up
Berita Terkini
5 Peristiwa Politik...
5 Peristiwa Politik Pekan Ini: Said Iqbal Jadi Penasihat Presiden, Prabowo Terima JK, hingga Mahasiswa Turun ke Jalan
Kompolnas Diperkuat...
Kompolnas Diperkuat dalam UU Polri Baru, Boni Hargens Yakin Gagasan Restorasi Kapolri Bakal Terwujud
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Dikritik Akademisi: Melihat Dukungan Manajemen Jangan Sempit
Wamenhaj: Transparansi...
Wamenhaj: Transparansi jadi Kunci Berantas Kartel Haji
Menkomdigi Ajak Generasi...
Menkomdigi Ajak Generasi Muda Jadi Duta Internet Sehat dan Lawan Kejahatan Digital
Mendikdasmen Abdul Muti:...
Mendikdasmen Abdul Mu'ti: Sebagian Besar Murid Berharap Program MBG Dilanjutkan
Infografis
10 Kementerian/Lembaga...
10 Kementerian/Lembaga dengan Anggaran Terbesar di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved