Permudah Pelaporan Uang Palsu, Dittipideksus Bareskrim Luncurkan Aplikasi I-Comreds

Kamis, 19 Mei 2022 - 10:32 WIB
loading...
Permudah Pelaporan Uang...
Dittipideksus Bareskrim meluncurkan aplikasi I-Comreds untuk mempermudah masyarakat melaporkan uang palsu. Foto/ist
A A A
JAKARTA - Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Pol Whisnu Hermawan melaunching aplikasi I-Comreds. Aplikasi ini dibuat sebagai strategis dalam pengungkapan peredaran uang palsu karena rendahnya partisipasi pelaporan atau pengaduan oleh masyarakat (Dumas).

"Aplikasi I-Comreds merupakan jawaban dari keinginan masyarakat untuk berperan serta dalam pemberantasan peredaran uang palsu khususnya rupiah," ungkap Whisnu, Kamis (19/5/2022).

Baca juga: Geledah Ruang Kerja Wali Kota Ambon, KPK Amankan Catatan Aliran Uang

Jenderal bintang satu itu mengungkapkan banyak masyarakat yang mengetahui atau bahkan menjadi korban peredaran uang palsu enggan untuk melapor. Bahkan ketika masyarakat menjadi korban justru meneruskan peredaran uang itu dengan menukarkan kembali untuk membeli barang karena tidak mau menderita kerugian.

"Dengan begitu terdapat hambatan dalam upaya deteksi dini peredaran uang palsu karena tidak bisa secara real time mengetahui keberadaan atau peredarannya," ungkap Wishnu.

Dia memberi contoh, berdasarkan fakta pengungkapan kasus peredaran uang palsu oleh Subdit IV Dittipideksus Bareskrim Polri terjadi peningkatan signifikan dalam kurun waktu satu tahun.

Barang bukti yang disita pada 2021 sebanyak 8.990 lembar baik uang palsu pecahan Rp50.000 maupun Rp 100.000. Hal ini meningkat pada tahun 2022 dimana sejak Januari hingga April sebanyak 495.184 lembar uang palsu pecahan Rp 100.000 disita.

"Barang bukti tersebut berhasil diamankan dari jaringan peredaran uang palsu Jawa Timur dengan jumlah tersangka sebanyak 7 orang," ucap Wishnu.



Kasubdit IV/ Dittipideksus Bareskrim Polri Kombes Pol Andri menambahkan saat ini aplikasi I-Comreds masih diprioritaskan pada wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Namun demikian aplikasi tersebut nantinya akan terus dikembangkan serta diharapkan dapat mengcover seluruh wilayah hukum kepolisian yang ada di seluruh Indonesia.

"I-Comreds adalah alat pre-screening yang dioperasikan berbasis pembelajaran mesin (machine learning) dengan metode deep learning. Kemampuan alat ini bisa mempelajari pola dan informasi gambar yang berbentuk pixel di lapisan pertama obyek uang rupiah," paparnya.

Dia mengatakan masyarakat dapat langsung melaporkan keberadaan rupiah palsu melalui smartphone android kepada Polri. Hal ini bertujuan untul meningkatkan efektivitas Polri dalam rangka melakukan deteksi dini dan penegakan hukum.

“Cukup download dari playstore, isi platform aplikasi dan pre-screening, sangat mudah dan simple” imbuh Andri.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polri Ungkap Peran Ganda...
Polri Ungkap Peran Ganda Frans Antoni di Jaringan Narkoba Fredy Pratama
Polri: Frans Antoni...
Polri: Frans Antoni Diduga Otak Cuci Uang Hasil Narkoba Fredy Pratama
Boni Hargens Minta Hilangkan...
Boni Hargens Minta Hilangkan Prasangka Buruk terhadap Polri
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
Asosiasi Dosen Ilmu...
Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia: Jokowi Apresiasi UU Polri Baru
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Pengamat Apresiasi Pendekatan...
Pengamat Apresiasi Pendekatan Humanis Polri dalam Mengawal Aksi Demonstrasi Mahasiswa
BTN Dukung Transaksi...
BTN Dukung Transaksi Digital Indonesia Coffee Expo 2026 lewat Aplikasi Bale
Rekomendasi
Lebaran Anak Yatim:...
Lebaran Anak Yatim: Antara Dalil, Tradisi, dan Makna Kepedulian Sosial
Meriahkan HUT ke-499...
Meriahkan HUT ke-499 Jakarta, 2.000 Anak Ikuti Khitanan Massal Gratis
9 Kota di Mana Matahari...
9 Kota di Mana Matahari Hampir Tidak Pernah Terbenam atau Terbit saat Musim Panas
Berita Terkini
AHY: Oposisi Harus Konstruktif,...
AHY: Oposisi Harus Konstruktif, Tidak Boleh Memecah Belah Bangsa
Gugat Penetapan Capres...
Gugat Penetapan Capres 2014 dan 2019, Bonatua Bawa Novum Baru ke PTUN
Polisi Sebut Pelimpahan...
Polisi Sebut Pelimpahan Roy Suryo dan Tifa Sesuai Prosedur KUHAP
BPIP Umumkan 76 Calon...
BPIP Umumkan 76 Calon Paskibraka 2026 Tingkat Pusat, Ini Nama-namanya
Bonatua Kecewa PTUN...
Bonatua Kecewa PTUN Jakarta Putuskan Sidang Gugatan Penetapan Capres Jokowi Jadi E-Court
Suap Rp61,7 Miliar ke...
Suap Rp61,7 Miliar ke Pejabat Bea Cukai, Bos Blueray Cargo Dituntut 3 Tahun Penjara
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved