Inflasi dan Harga Kebutuhan Pokok Bikin Kepuasan Publik pada Kinerja Jokowi Menurun

Minggu, 15 Mei 2022 - 16:41 WIB
loading...
A A A
"Terakhir ini kita cek inflasi meningkat, terutama sejak Februari 2022, sekarang bahkan hampir 4%, sudah 3,9%. Approval Presiden juga tertekan. Angka 58,1% di Mei 2022 itu terendah selama 6 tahun terakhir. Terakhir terendah itu di 2015 dan 2016. Kita bisa cek penyebabnya apa," katanya.

Alasan utama yang menyebabkan masyarakat tidak puas dengan kinerja Presiden Jokowi, kata Burhanuddin Muhtadi, adalah karena masalah harga kebutuhan pokok meningkat. "Dahulu di saat pandemi Covid-19 merajalela masyarakat merasa tidak puas karena pandemi Covid-19. Setelah pandemi Covid-19 terkendali, isu lainnya yang dianggap penting masyarakat adalah penciptaan lapangan pekerjaan," katanya.

Sedangkan untuk sekarang ini, kata Burhanuddin Muhtadi, yang menjadi isu utama di masyarakat adalah harga kebutuhan pokok meningkat. "Lalu adapula 10,7% responden menjawab mereka tidak puas dengan Jokowi karena bantuan tidak merata. Mereka yang menjawab tidak puas karena ada faktor distribusi BLT minyak goreng tidak tepat sasaran," ujarnya.

Penerima BLT minyak goreng memang tidak terlalu banyak, hanya sekian belas persen tapi saat dipublikasikan ke media secara gegap gempita menyebabkan kecemburuan. "Masyarakat yang tidak menerima merasa tidak puas karena mereka merasa berhak menerima tapi tidak menerima. Gagal menghadapi mafia minyak goreng, dari empat isu teratas, tiga di antaranya berkaitan dengan minyak goreng. Ada yang bilang gagal menghadapi pandemi Covid-19 tapi cuman 4,5%," katanya.

Untuk diketahui, survei Indikator Politik Indonesia dengan tema Minyak Goreng dan Kepuasan Publik terhadap Kinerja Presiden dilaksanakan pada 5-10 Mei 2022 melalui survei polling telepon random sampling dengan jumlah 1.228 responden. Margin of error survei telepon ini 2,9% dengan tingkat kepercayaan 95%.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mendagri Minta Pemda...
Mendagri Minta Pemda Perkuat Pasokan dan Distribusi demi Jaga Inflasi Tetap Terkendali
Mendagri Minta Pemda...
Mendagri Minta Pemda Perkuat Pengendalian Inflasi agar Tetap di Bawah Target Pemerintah
Dari SPBU ke Meja Makan:...
Dari SPBU ke Meja Makan: Rantai Dampak Kenaikan BBM terhadap Kesejahteraan
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Mengapa Menaikkan HET...
Mengapa Menaikkan HET Minyakita Bukan Solusi
Pesta Elite, Resesi...
Pesta Elite, Resesi Sulit
Biaya Nongkrong Kian...
Biaya Nongkrong Kian Mahal, Bikin Orang Enggan Bertemu
Inflasi Jakarta Terjaga...
Inflasi Jakarta Terjaga pada Level 0,41%, Terendah di Pulau Jawa
Inflasi Juni 2026 Capai...
Inflasi Juni 2026 Capai 3,34%, Harga BBM dan Tiket Pesawat Jadi Pendorong
Rekomendasi
Bos DJP soal Libatkan...
Bos DJP soal Libatkan Babinsa Awasi Pajak: Tak Perlu Digoreng-goreng
Timnas Argentina Pulang...
Timnas Argentina Pulang Tanpa Trofi Disambut Bak Juara, Bagaimana Masa Depan Lionel Messi?
Nonton Microdrama China...
Nonton Microdrama China 'Rising Before Fate' di V+Short, Simak Sinopsisnya
Berita Terkini
Sangkal Isu Reshuffle,...
Sangkal Isu Reshuffle, Mensesneg: Evaluasi Tak Selalu Berujung Pergantian Menteri
Dukungan Publik Jadi...
Dukungan Publik Jadi Kunci Kejagung Tuntaskan Kasus Febrie Adriansyah
Mensesneg Ungkap Anggaran...
Mensesneg Ungkap Anggaran MBG Berpotensi Turun usai Validasi Data
Kejagung Terbitkan Sprindik...
Kejagung Terbitkan Sprindik Baru, Imigrasi Pastikan Pencekalan Febrie Adriansyah Tetap Berlaku
Penampakan Bupati Lombok...
Penampakan Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Pakai Rompi Oranye KPK
Wamenaker Aplikasi Dermaga...
Wamenaker Aplikasi Dermaga Tingkatkan Efisiensi dan Transparansi Koperasi TKBM
Infografis
Gandeng Huawei dan Xiaomi,...
Gandeng Huawei dan Xiaomi, Toyota Menyerah pada Raksasa Teknologi China?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved