Inflasi dan Harga Kebutuhan Pokok Bikin Kepuasan Publik pada Kinerja Jokowi Menurun
Minggu, 15 Mei 2022 - 16:41 WIB
loading...
A
A
A
Terkait penegakan hukum, responden yang menyebutkan kinerja penegakan hukum baik berkurang drastis selama kurun waktu beberapa bulan terakhir di 2022.
"Persepsi publik terhadap penegakan hukum yang mengatakan baik mengalami penurunan dari 43,8% di Februari 2022 menjadi 29,1% di Mei 2022. Kita bisa berdebat apakah karena inflasi ekonomi meningkat selama beberapa bulan terakhir jadi semua menjadi gelap," ujarnya.
Baca juga: Inflasi Bulan April 2022 Tembus 0,95%, Tertinggi Sejak 2017
Menurutnya, sebanyak 58,1% responden menyatakan puas dengan kinerja Presiden Jokowi. Namun adapula yang mengatakan tidak puas sebesar 35,1%. "Dalam analisis ini kita tambahkan data inflasi. Ada paralel, ketika persepsi approval rating Presiden meningkat itu ketika inflasi tinggi. Ada anomali, inflasi hanya 1% Juli 2020 sampai akhir 2021 itu inflasi rendah, itu 60% atau 59%, tapi saat itu ada pandemi Covid-19 sedang berat-beratnya. Di luar itu paralel, approval rating Jokowi terpukul," kata Burhanuddin Muhtadi.
Ia mengungkapkan ada peningkatan inflasi ekonomi di Indonesia yang membuat 'gerah' masyarakat dan para pelaku usaha. Bahkan inflasi dan meningkatnya harga kebutuhan pokok ini membuat approval rating Presiden Jokowi tergerus cukup dalam bila dibandingkan dalam kurun waktu enam tahun terakhir.
"Persepsi publik terhadap penegakan hukum yang mengatakan baik mengalami penurunan dari 43,8% di Februari 2022 menjadi 29,1% di Mei 2022. Kita bisa berdebat apakah karena inflasi ekonomi meningkat selama beberapa bulan terakhir jadi semua menjadi gelap," ujarnya.
Baca juga: Inflasi Bulan April 2022 Tembus 0,95%, Tertinggi Sejak 2017
Menurutnya, sebanyak 58,1% responden menyatakan puas dengan kinerja Presiden Jokowi. Namun adapula yang mengatakan tidak puas sebesar 35,1%. "Dalam analisis ini kita tambahkan data inflasi. Ada paralel, ketika persepsi approval rating Presiden meningkat itu ketika inflasi tinggi. Ada anomali, inflasi hanya 1% Juli 2020 sampai akhir 2021 itu inflasi rendah, itu 60% atau 59%, tapi saat itu ada pandemi Covid-19 sedang berat-beratnya. Di luar itu paralel, approval rating Jokowi terpukul," kata Burhanuddin Muhtadi.
Ia mengungkapkan ada peningkatan inflasi ekonomi di Indonesia yang membuat 'gerah' masyarakat dan para pelaku usaha. Bahkan inflasi dan meningkatnya harga kebutuhan pokok ini membuat approval rating Presiden Jokowi tergerus cukup dalam bila dibandingkan dalam kurun waktu enam tahun terakhir.
Lihat Juga :