Survei Indikator: 83,7% Masyarakat Dukung Penuntasan Korupsi Minyak Goreng

Minggu, 15 Mei 2022 - 15:10 WIB
loading...
Survei Indikator: 83,7%...
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengungkapkan, sebanyak 83,7% responden mendukung penuntasan kasus korupsi ekspor minyak goreng. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia , Burhanuddin Muhtadi mengungkapkan, sebanyak 83,7% responden mendukung penuntasan kasus korupsi ekspor minyak goreng . Hal itu ia sampaikan dalam rilis survei Indikator dengan tema 'Drama Minyak Goreng dan Kepuasan Publik Terhadap Kinerja Presiden', Minggu (15/5/2022).

"Kalau kita tanya responden selama dua pekan terakhir berbicara soal mudik, jadi hilang sedikit soal eksposur kasus korupsi minyak goreng," ujar Burhanuddin Muhtadi.

Ia mengungkapkan, sebanyak 77% masyarakat percaya bahwa Dirjen Kementerian Perdagangan terlibat dalam korupsi ekspor minyak goreng. "Terkait dugaan keterlibatan pengusaha terhadap korupsi ekspor minyak goreng cukup tinggi. Ada tiga pengusaha dicokok Kejaksaan Agung," katanya.



Ketika ditanya secara umum apakah responden mendukung Kejaksaan Agung dalam penuntasan kasus korupsi ekspor minyak goreng, maka sebagian besar menjawab mendukung. "Total ada 83,7% responden yang sangat mendukung dan mendukung langkah Kejaksaan Agung menuntaskan kasus korupsi ekspor minyak goreng," ungkap Burhanuddin.

Sedangkan yang kurang mendukung sebesar 4,1%, dan tidak mendukung sama sekali sebesar 2,8%. Adapula 9,4% responden memilih jawaban tidak tahu atau tidak jawab. "Responden yang yakin kasus korupsi ekspor minyak goreng dapat diatasi, ada peningkatan di bulan Mei 2022 untuk yang yakin. Sedangkan yang kurang yakin tingkat ketidakyakinan mengalami penurunan. Apakah ini akan berpengaruh pada approval rating Presiden kita lihat nanti," katanya.

Responden yang merasa hakim pengadilan akan menjatuhkan hukuman secara adil dalam kasus korupsi ekspor minyak goreng sebanyak 59,7%. "Kepercayaan ini tidak sebesar insitusi penegak hukum lain karena ada putusan bebas dan korting hukuman untuk para tersangka kasus korupsi," ujar Burhanuddin.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Menaikkan HET...
Mengapa Menaikkan HET Minyakita Bukan Solusi
Sukses Amankan Mudik...
Sukses Amankan Mudik Lebaran 2026, Kepercayaan Publik ke Polri Melesat ke Peringkat 4 Besar
Marcella Santoso Dihukum...
Marcella Santoso Dihukum 14 Tahun Penjara di Kasus Suap Vonis Lepas Perkara Korupsi Minyak Goreng
Pamer Sitaan Korupsi...
Pamer Sitaan Korupsi Diyakini Bisa Dorong Kontrol Publik Atas Korupsi
Kejagung Pamer Triliuan...
Kejagung Pamer Triliuan Uang Sitaan, Lima: Bentuk Transparansi
Ekspose Tumpukan Uang...
Ekspose Tumpukan Uang Korupsi, Pakar Hukum: Untuk Menunjukkan Negara Hadir
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
Pengusaha Respons Ekspor...
Pengusaha Respons Ekspor Sawit-Batu Bara lewat PT DSI: Minta Bertahap dan Kepastian Hukum
Rekomendasi
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Meksiko Gulung Afrika Selatan 2-0
Berita Terkini
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
Mensesneg Sebut Bakal...
Mensesneg Sebut Bakal Ada Pengurangan Anggaran MBG
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved