Peta dan Mudik Lebaran
Rabu, 11 Mei 2022 - 21:47 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Mengurus Mudik Lebaran
Aplikasi digital lain, yang memandu perjalanan, tersedia banyak. Google Maps misalnya, jadi aplikasi petunjuk lokasi yang paling diandalkan saat ini. Aplikasi lainnya adalah Waze yang punya informasi aktual dan fitur menarik. Aplikasi lainnya, sebut saja : Avenza Maps, Sygic, dan masih banyak.
Hanya sayangnya, semua aplikasi itu bukan produk lokal. BIG ( Badan Informasi Geospasial ) telah menerbitkan aplikasi “PetaKita”, namun belum ada fitur untuk perjalanan. Sedangkan Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, punya aplikasi “BPJT Info” dan “JTI”. “BPJT Info” berisi tentang tarif tol, peta jalan tol, rest area, lokasi cctv, prakiraan cuaca, dan informasi lain, terkait jalan tol. Namun ketika aplikasi digunakan, peta dasar yang digunakan, berupa Google Maps dan produk ESRI. ESRI adalah perusahaan internasional aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG). Serupa dengan “BPJT Info”, aplikasi “JTI” pun memberikan informasi berupa ruas tol, pengelola tiap ruas tol (BUJT), tarif tol, GIS, dan lainnya. Namun jika menu GIS dibuka, maka yang tersaji berupa peta, yang peta dasarnya bersumber dari OpenStreetMap.
Kedua aplikasi itu bermanfaat bagi para pengguna jalan tol, khususnya untuk melihat lalu lintas sesuai dengan CCTV, pengumuman atau imbauan dari pengelola tol, namun tak dapat digunakan untuk memandu perjalanan sebagaimana Google Maps atau Waze atau Sygic. Pada aplikasi “BPJT Info” terdapat tautan yang menghubungkan ke apalikasi pengelola jalan tol lain, yaitu “HK Toll” yang dikelola oleh PT. Hutama Karya, “HK Care” oleh PT. Hutama Karya, “JMCare” dan Travoy yang dikeluarkan oleh PT Jasa Marga , dan “WTR Go” yang diterbitkan oleh PT. Waskita Toll Road. Semua aplikasi itu memberi informasi yang serupa, berupa tarif tol, rest area, CCTV, SPBU, fasilitas top up, dan lainnya.
Informasi Aktual Lalu Lintas
Dalam perjalanan mudik dan balik yang rentan mengalami macet, informasi relevan terkait kondisi lalu lintas jadi penting. Informasi jadi material perencanaan : untuk menentukan waktu keberangkatan, waktu tempuh, menentukan titik-titik perhentian, waktu tiba di tujuan akhir. Selain itu, informasi juga bermanfaat dalam melakukan mitigasi, ketika terjadi hal-hal di luar rencana. Lewat aplikasi Google Maps, diperoleh informasi lalu lintas berupa kepadatan lalu lintas. Warna hijau berarti lancar, jingga ramai lancar, dan merah gelap untuk keadaan sangat padat dan macet.
Ketika penggunaan Google Maps dipadukan dengan aplikasi CCTV pengelola jalan tol, maka simbol-simbol di Google Maps terkonfirmasi sesuai keadaan sebenarnya. Informasi yang tertunda atau lambat diterima, diisi oleh informasi dari aplikasi lain yang melengkapi. Maka yang diperoleh adalah kondisi real time.
Aplikasi digital lain, yang memandu perjalanan, tersedia banyak. Google Maps misalnya, jadi aplikasi petunjuk lokasi yang paling diandalkan saat ini. Aplikasi lainnya adalah Waze yang punya informasi aktual dan fitur menarik. Aplikasi lainnya, sebut saja : Avenza Maps, Sygic, dan masih banyak.
Hanya sayangnya, semua aplikasi itu bukan produk lokal. BIG ( Badan Informasi Geospasial ) telah menerbitkan aplikasi “PetaKita”, namun belum ada fitur untuk perjalanan. Sedangkan Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, punya aplikasi “BPJT Info” dan “JTI”. “BPJT Info” berisi tentang tarif tol, peta jalan tol, rest area, lokasi cctv, prakiraan cuaca, dan informasi lain, terkait jalan tol. Namun ketika aplikasi digunakan, peta dasar yang digunakan, berupa Google Maps dan produk ESRI. ESRI adalah perusahaan internasional aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG). Serupa dengan “BPJT Info”, aplikasi “JTI” pun memberikan informasi berupa ruas tol, pengelola tiap ruas tol (BUJT), tarif tol, GIS, dan lainnya. Namun jika menu GIS dibuka, maka yang tersaji berupa peta, yang peta dasarnya bersumber dari OpenStreetMap.
Kedua aplikasi itu bermanfaat bagi para pengguna jalan tol, khususnya untuk melihat lalu lintas sesuai dengan CCTV, pengumuman atau imbauan dari pengelola tol, namun tak dapat digunakan untuk memandu perjalanan sebagaimana Google Maps atau Waze atau Sygic. Pada aplikasi “BPJT Info” terdapat tautan yang menghubungkan ke apalikasi pengelola jalan tol lain, yaitu “HK Toll” yang dikelola oleh PT. Hutama Karya, “HK Care” oleh PT. Hutama Karya, “JMCare” dan Travoy yang dikeluarkan oleh PT Jasa Marga , dan “WTR Go” yang diterbitkan oleh PT. Waskita Toll Road. Semua aplikasi itu memberi informasi yang serupa, berupa tarif tol, rest area, CCTV, SPBU, fasilitas top up, dan lainnya.
Informasi Aktual Lalu Lintas
Dalam perjalanan mudik dan balik yang rentan mengalami macet, informasi relevan terkait kondisi lalu lintas jadi penting. Informasi jadi material perencanaan : untuk menentukan waktu keberangkatan, waktu tempuh, menentukan titik-titik perhentian, waktu tiba di tujuan akhir. Selain itu, informasi juga bermanfaat dalam melakukan mitigasi, ketika terjadi hal-hal di luar rencana. Lewat aplikasi Google Maps, diperoleh informasi lalu lintas berupa kepadatan lalu lintas. Warna hijau berarti lancar, jingga ramai lancar, dan merah gelap untuk keadaan sangat padat dan macet.
Ketika penggunaan Google Maps dipadukan dengan aplikasi CCTV pengelola jalan tol, maka simbol-simbol di Google Maps terkonfirmasi sesuai keadaan sebenarnya. Informasi yang tertunda atau lambat diterima, diisi oleh informasi dari aplikasi lain yang melengkapi. Maka yang diperoleh adalah kondisi real time.
Lihat Juga :