Mudik Jadi Modal Perkuat Bangsa

Rabu, 11 Mei 2022 - 10:24 WIB
loading...
Mudik Jadi Modal Perkuat...
Mudik Lebaran 2022/1443 H berjalan relatif sukses dan lancar meski kemacetan masih terjadi. Dari sisi kesehatan, mudik juga diharapkan aman dan tidak mengakibatkan lonjakan penularan Covid-19. (KORAN SINDO/Wawan Bastian)
A A A
PUNCAK arus balik Lebaran 2022 telah mencapai puncaknya pada akhir pekan kemarin. Kita bersyukur secara umum tidak ada kejadian atau peristiwa luar biasa yang menggegerkan negeri ini seperti kecelakaan besar atau "kiamat kemacetan" layaknya musim mudik 2016 silam.

Capaian ini menunjukkan bahwa pergerakan jutaan orang maupun kendaraan dalam dua pekan terakhir menjadi catatan dan pelajaran berharga bagi bangsa ini ke depan. Apalagi, meski ada potensi bakal munculnya gelombang besar kasus korona, hingga hari ini setidaknya kekhawatiran itu belum menjadi realitas.

Tentu ada sederet catatan untuk perbaikan di sana-sini. Namun di balik itu harus kita akui bahwa ada capaian positif luar biasa dari kebijakan besar pemerintah yang memutuskan untuk membuka kembali pintu mudik di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang sejatinya belum benar-benar pergi tersebut.

Capaian paling utama adalah pada bidang kesehatan. Semua memahami bahwa aspek kesehatan sejak awal menjadi perhatian terbesar dalam kebijakan pemerintah kali ini. Kendati tidak ada jaminan mudik benar-benar sepenuhnya aman dari potensi penularan Covid-19, pemerintah membuat berbagai strategi demi bisa mengendalikan wabah, utamanya saat gelaran mudik.

Ikhtiar pemerintah yang menggencarkan vaksinasi, utamanya booster, jelang masa mudik cukup efektif. Banyak pemudik khususnya yang menggunakan moda transportasi massal dengan sukarela mengikuti vaksinasi. Demikian pula kesadaran masyarakat untuk menjaga protokol kesehatan juga masih baik kendati terlihat mulai terjadi pelonggaran.

Indikasi sederhana atas keberhasilan pada aspek kesehatan ini setidaknya diukur belum terjadinya lonjakan kasus Covid-19 secara signifikan yang disebabkan oleh pergerakan pemudik. Jika benar kasus baru tidak menunjukkan tren naik saat ini dan dalam beberapa hari ke depan, tentu Indonesia patut berbangga. Sebab tidak banyak negara yang berani membuat keputusan besar seperti Indonesia tersebut, kecuali Arab Saudi dengan kebijakan membuka keran umrahnya saat ini. Beberapa negara memang mulai membuka jalur wisatawan asing. Namun pergerakan orang tidak sedahsyat para pemudik.

Capaian kedua adalah sektor transportasi. Bahkan begitu rawannya sektor ini hingga membuat Presiden Joko Widodo tak henti mewanti-wanti aparat khususnya kepolisian untuk membuat langkah antisipasi. Memang pergerakan kendaraan mudik tahun ini luar biasa dan mungkin melebihi prediksi awal pemerintah. Diperkirakan ada 85,5 juta pemudik tahun ini. Dari jumlah itu, hampir separuhnya menggunakan kendaraan pribadi untuk transportasinya.

Selama arus mudik, jumlah kendaraan yang meninggalkan Jabotabek menurut PT Jasa Marga mencapai 2,1 juta unit. Angka tersebut akumulasi selama 12 hari, yakni dari H-10 hingga H2 lebaran.

Tingginya pergerakan pemudik juga tergambar melalui penggunaan kendaraan umum. Kementerian Perhubungan mencatat, pemudik yang naik angkutan umum mencapai 7.219.715 orang. Data tersebut akumulasi selama 10 hari, yakni H-7 hingga H+1 lebaran. Moda transportasi umum yang paling banyak digunakan adalah angkutan penyeberangan yakni 2.158.947 penumpang, lalu pesawat udara 1.792.948 penumpang, bus 1.415.000 penumpang, kereta api 1.168.562 penumpang, dan angkutan laut 684.258 penumpang.

Namun kita bersyukur rekayasa contra-flow, one way, atau ganjil genap sangat membantu arus lalu lintas hingga tak membuat macet sangat parah. Meski begitu, kemacetan di tol dan penumpukan di Pelabuhan Merak menjadi catatan tersendiri. Kasus ini mungkin di luar prediksi pemerintah.

Di luar dua sektor itu, tentu mudik Lebaran kali ini memiliki dimensi positif yang luas pada berbagai bidang. Pada sisi ekonomi misalnya, rangkaian Ramadan, mudik, dan Idulfitri jelas menggerakkan secara cepat pertumbuhan ekonomi hingga triliunan rupiah. Disebut-sebut perputaran uangnya mencapai Rp180 triliun. Meski tidak sampai menyentuh Rp185 triliun seperti pada 2019, ini tentu melegakan karena mudik seolah menjadi pengungkit bangkitnya kembali pereekonomian bangsa di tengah tantangan global, termasuk pandemi.

Pada sektor sosial, mudik juga menghadirkan banyak nilai positif. Jelas mudik memuarakan sikap saling menghormati, menyayangi antarsesama. Tak hanya antarumat Islam, sikap positif ini juga terbangun antarpemeluk agama karena Lebaran seolah menjelma menjadi tradisi lintasagama. Rekatnya tali persaudaraan lewat media silaturahmi ini menjadi modal besar bangsa Indonesia untuk bangkit dan kian tangguh.

Baca selengkapnya di e-paper koran-sindo.com
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemenag Sebut Masyarakat...
Kemenag Sebut Masyarakat Penerima Manfaat Masjid Ramah Pemudik Naik Signifikan
Arus Mudik dan Balik...
Arus Mudik dan Balik 2026 Lancar, Korlantas Polri Raih Presisi Award dari Lemkapi
Tinjau Arus Balik Lebaran...
Tinjau Arus Balik Lebaran 2026 di Pelabuhan Bakauheni, Kapolri Pastikan Pemudik Aman-Selamat sampai Tujuan
Angka Kecelakaan Mudik...
Angka Kecelakaan Mudik Turun, Legislator PDIP Harap Polri Terus Tingkatkan Kinerja
Arus Mudik-Balik Lebaran...
Arus Mudik-Balik Lebaran 2026 Aman dan Lancar, Analis: Bukti Nyata Kinerja Polri
Kapolri Instruksikan...
Kapolri Instruksikan Jajarannya Mitigasi Cuaca Buruk saat Arus Balik Lebaran 2026
Jalur ke Puncak Ditutup...
Jalur ke Puncak Ditutup Sementara, One Way Arah Turun Diberlakukan
Kebijakan WFA Berhasil...
Kebijakan WFA Berhasil Urai Kepadatan Mudik hingga 17,94 Persen
3,38 Juta Kendaraan...
3,38 Juta Kendaraan Kembali ke Jabotabek usai Arus Balik Lebaran 2026 Berakhir
Rekomendasi
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
Berita Terkini
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Nihayatul Wafiroh: Pakta...
Nihayatul Wafiroh: Pakta Integritas Bukti Keseriusan Perempuan Bangsa Besarkan PKB
Infografis
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved