Mudik Jadi Modal Perkuat Bangsa
Rabu, 11 Mei 2022 - 10:24 WIB
loading...
A
A
A
Indikasi sederhana atas keberhasilan pada aspek kesehatan ini setidaknya diukur belum terjadinya lonjakan kasus Covid-19 secara signifikan yang disebabkan oleh pergerakan pemudik. Jika benar kasus baru tidak menunjukkan tren naik saat ini dan dalam beberapa hari ke depan, tentu Indonesia patut berbangga. Sebab tidak banyak negara yang berani membuat keputusan besar seperti Indonesia tersebut, kecuali Arab Saudi dengan kebijakan membuka keran umrahnya saat ini. Beberapa negara memang mulai membuka jalur wisatawan asing. Namun pergerakan orang tidak sedahsyat para pemudik.
Capaian kedua adalah sektor transportasi. Bahkan begitu rawannya sektor ini hingga membuat Presiden Joko Widodo tak henti mewanti-wanti aparat khususnya kepolisian untuk membuat langkah antisipasi. Memang pergerakan kendaraan mudik tahun ini luar biasa dan mungkin melebihi prediksi awal pemerintah. Diperkirakan ada 85,5 juta pemudik tahun ini. Dari jumlah itu, hampir separuhnya menggunakan kendaraan pribadi untuk transportasinya.
Selama arus mudik, jumlah kendaraan yang meninggalkan Jabotabek menurut PT Jasa Marga mencapai 2,1 juta unit. Angka tersebut akumulasi selama 12 hari, yakni dari H-10 hingga H2 lebaran.
Tingginya pergerakan pemudik juga tergambar melalui penggunaan kendaraan umum. Kementerian Perhubungan mencatat, pemudik yang naik angkutan umum mencapai 7.219.715 orang. Data tersebut akumulasi selama 10 hari, yakni H-7 hingga H+1 lebaran. Moda transportasi umum yang paling banyak digunakan adalah angkutan penyeberangan yakni 2.158.947 penumpang, lalu pesawat udara 1.792.948 penumpang, bus 1.415.000 penumpang, kereta api 1.168.562 penumpang, dan angkutan laut 684.258 penumpang.
Namun kita bersyukur rekayasa contra-flow, one way, atau ganjil genap sangat membantu arus lalu lintas hingga tak membuat macet sangat parah. Meski begitu, kemacetan di tol dan penumpukan di Pelabuhan Merak menjadi catatan tersendiri. Kasus ini mungkin di luar prediksi pemerintah.
Capaian kedua adalah sektor transportasi. Bahkan begitu rawannya sektor ini hingga membuat Presiden Joko Widodo tak henti mewanti-wanti aparat khususnya kepolisian untuk membuat langkah antisipasi. Memang pergerakan kendaraan mudik tahun ini luar biasa dan mungkin melebihi prediksi awal pemerintah. Diperkirakan ada 85,5 juta pemudik tahun ini. Dari jumlah itu, hampir separuhnya menggunakan kendaraan pribadi untuk transportasinya.
Selama arus mudik, jumlah kendaraan yang meninggalkan Jabotabek menurut PT Jasa Marga mencapai 2,1 juta unit. Angka tersebut akumulasi selama 12 hari, yakni dari H-10 hingga H2 lebaran.
Tingginya pergerakan pemudik juga tergambar melalui penggunaan kendaraan umum. Kementerian Perhubungan mencatat, pemudik yang naik angkutan umum mencapai 7.219.715 orang. Data tersebut akumulasi selama 10 hari, yakni H-7 hingga H+1 lebaran. Moda transportasi umum yang paling banyak digunakan adalah angkutan penyeberangan yakni 2.158.947 penumpang, lalu pesawat udara 1.792.948 penumpang, bus 1.415.000 penumpang, kereta api 1.168.562 penumpang, dan angkutan laut 684.258 penumpang.
Namun kita bersyukur rekayasa contra-flow, one way, atau ganjil genap sangat membantu arus lalu lintas hingga tak membuat macet sangat parah. Meski begitu, kemacetan di tol dan penumpukan di Pelabuhan Merak menjadi catatan tersendiri. Kasus ini mungkin di luar prediksi pemerintah.
Lihat Juga :